Keterangan foto: Sejak akhir Mei hingga 13 September 2015, situs Minghui telah menerima tembusan surat gugatan dari sebanyak 177.688 orang praktisi Falun Gong (149.618 kasus) dan para kerabatnya di daratan Tiongkok yang dikirimkan kepada Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Tiongkok. Foto menunjukkan plakat “Hadapkan Jiang ke Tribunal Global” yang ditempelkan pada tiang listrik di suatu tempat di Zhang Jia Kou, provinsi Hepei. (minghui)

Editorial khusus oleh: The Epoch Times

“Ciduk pemimpin bandit lebih dulu” dengan menangkap pemimpin tertinggi militer yakni Jiang Zemin, maka Xi Jinping dengan cepat dapat memenangkan perang memberantas korupsi ini, dengan delapan alasan berikut:

1. Dalam sejarah manusia, mulai dari Tiongkok hingga luar negeri, jarang ada raja atau pemimpin negara yang seperti Jiang Zemin, sebelum mundur dari jabatannya telah berulah dengan berkhianat menjual negara, skandal sex dan menjadi bahan cemooh masyarakat internasional. Menangkap pembelot yang dicemooh masyarakat akan menjadi hal yang sangat menggembirakan bagi rakyat, dan pasti akan mendapat dukungan dari sebagian besar warga. Terbukti sebelumnya disaat Zhou Yongkang dilengserkan, masyarakat seluruh negeri juga bersorak merayakannya.

2. Jiang Zemin menyandang predikat “dua pengkhianatan dan dua pemalsuan”, yang tak hanya diketahui banyak petinggi PKT, tapi juga beredar luas di kalangan masyarakat RRT. “Pengkhianatan pertama”, baik Jiang Zemin maupun ayahnya keduanya adalah mata-mata bagi Jepang (di zaman pendudukan militerisme Jepang). “Pengkhianatan kedua” adalah Jiang Zemin juga bekerja bagi badan intelijensi Rusia KGB dan telah berselingkuh/berkhianat dengan merelakan wilayah RRT yang sangat luas kepada Rusia. “Pemalsuan pertama” adalah Jiang menyebut dirinya sebagai anggota gerakan bawah tanah PKT sejak tahun 1949. “Pemalsuan kedua” adalah Jiang menyebut dirinya sebagai keturunan seorang pahlawan bernama “Jiang Shangqing”.

3. Jiang Zemin tidak bermoral juga tidak punya kemampuan memimpin negara, kemampuan menjalankan tugas tidak lebih baik daripada seorang staf departemen di pemerintah daerah, tapi cukup berhasil merebut kekuasaan negara selama belasan tahun berkat keahliannya menjilat atasan dan membaca situasi. Negeri yang dipimpin oleh seorang oknum licik sangat merugikan negara dan rakyat, sifat yang penuh iri dengki, sesat dan mesum dilampiaskan pada rakyat dan terungkap di masyarakat internasional, menorehkan aib bagi martabat bangsa Tiongkok. Menangkap seorang badut dan pemain sandiwara seperti ini niscaya akan sangat didukung oleh seluruh rakyat.

4. Karena tidak bermoral dan tidak berkemampuan, saat berkuasa Jiang Zemin sangat korup, memanfaatkan uang negara untuk menyuap para pejabat dan menghimpun kekuatan, melibatkan pejabat lain dalam kejahatan yang dilakukan Jiang. Jiang Zemin adalah duta pejabat korup di dalam tubuh PKT, dan keluarga Jiang Zemin juga merupakan keluarga pejabat paling korup di RRT. Mayoritas pejabat di kubu Jiang adalah pejabat korup, yang mengabdi pada Jiang semata karena adanya kepentingan, begitu Jiang ditangkap, maka para anteknya tersebut akan kocar kacir dan berantakan, sisa kekuatan Jiang pada dasarnya tidak akan mampu lagi membuat ancaman besar bagi Xi Jinping.

5. Jiang Zemin menindas Falun Gong dan melakukan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong dalam keadaan hidup-hidup adalah kejahatan yang sangat terkutuk dan tak terampuni, Jiang melawan ratusan juta orang dan kekuatan kebenaran di seluruh dunia. Oleh karena itu, di masa mendatang siapapun akan sangat merestui dengan ditangkapnya Jiang Zemin.

6. Sejak Mei 2015 lalu, praktisi Falun Gong di RRT telah mengobarkan gelombang menggugat Jiang Zemin. Penindasan berkepanjangan dan bersifat genosida yang diprakarsai oleh Jiang Zemin ini telah mendatangkan penderitaan luar biasa bagi para praktisi Falun Gong berikut juga kerabat mereka. Sejak akhir Mei hingga 13 September 2015, situs Minghui telah menerima tembusan surat gugatan dari sebanyak 177.688 orang praktisi Falun Gong (149.618 kasus) dan para kerabatnya yang dikirimkan kepada Kejaksaan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Tiongkok. Pada tanggal 13 September hanya dalam sehari, gugatan terhadap Jiang melampaui 586 orang (541 kasus). Karena sensor internet dan sulitnya pengiriman, angka yang sesungguhnya lebih dari itu. Dalam 4 bulan saja, lebih dari 170.000 orang menggugat Jiang Zemin, ini menunjukkan aspirasi rakyat yang sesungguhnya, ini adalah dasar yang sangat kuat untuk menangkap Jiang Zemin secara terbuka.

Keterangan foto: Pengacara Spanyol Carlos Iglesias menyatakan disaat wawancara oleh New Tang Dynasty di Jenewa, Swiss bahwa di Tiongkok, ratusan ribu praktisi Falun Gong beserta kerabatnya telah menggugat Jiang Zemin, ini merupakan momentum yang bersejarah. (the Epoch Times)

7. Jiang Zemin adalah duta pejabat korup PKT, dan keluarga Jiang adalah keluarga/clan korup di kalangan pejabat internal PKT. Jiang Zemin mencemaskan korupsi yang dilakukan keluarganya akan terbongkar dan diadili. Jiang merupakan dalang utama di balik perlawanan terhadap gerakan anti-korupsi yang dilakukan Xi Jinping. Menangkap Jiang akan menghancurkan kekuatan korupsi di dalam tubuh PKT. Disaat yang sama, Jiang Zemin juga merupakan dalang di balik berbagai upaya kudeta politik untuk menggulingkan Xi Jinping, menangkap Jiang Zemin secara terbuka akan mengakhiri secara tuntas segala aksi kudeta yang tengah dilakukan terhadap Xi Jinping.

8. Perang anti-korupsi yang dilancarkan Xi Jinping terhadap kubu Jiang adalah duel hidup dan mati, sejak Bo Xilai ditangkap, kedua kubu telah memposisikan diri saling menghunus pedang, segera menangkap Jiang Zemin adalah kunci bagi perang anti-korupsi Xi Jinping dalam rangka memenangkan perang ini.

Di momen yang krusial ini Jiang Zemin sudah lemah namun belum jatuh. Hal ini membuat berbagai pihak internal maupun eksternal terus mengamati, dan tidak bisa menentukan pilihan. Begitu Jiang Zemin telah ditangkap, pihak luar maupun dalam PKT akan dapat melihat tekad Xi Jinping, hati rakyat maupun pihak militer akan bergelora. Menangkap macan terbesar juga dapat menyebabkan situasi di Tiongkok memasuki suatu era baru. (whs/rmat)

 

Share

Video Popular