Dahulu di kota Xinghua ada seorang pengusaha yang bernama Ma Wen An, dia seorang yang terpelajar, dan sangat percaya kepada Tuhan. Istrinya bermarga Wu, wajahnya sangat cantik, juga pintar, telaten menata rumah tangga, tetapi orangnya agak arogan, rasa curiga juga agak besar. Sehingga dia dan ibu mertuanya sering terjadi perselisihan, setiap Ma Wen An pulang, istri dan ibunya sering saling mengadu kepadanya, “Ibu mertuanya mengatakan dia seorang menantu yang tidak berbakti, sedangkan menantu mengatakan ibu mertuanya tidak berperasaan, kedua belah pihak saling tidak sependapat.

Ma Wen An setelah mendengar keluhan mereka, sebenarnya dia tahu di dunia ini tidak mungkin orang tua tidak baik, hanya generasi muda sekarang yang tidak tahu membawa diri, tidak tahu niat baik orang tua, sehingga selalu membuat ibu mertua marah. Seharusnya dia akan menegur istrinya, tapi memilih untuk menggunakan pendekatan” yang pintar, baik dan bijaksana”, hanya dengan pendekatan ini, kebanyakan akan membuat orang membuka lembaran baru dalam hidupnya. Jika dengan perkataan tegas dan menyalahkan cenderung menyebabkan kebuntuan, kedua belah pihak semakin menyalahkan sehingga kesenjangan menjadi lebih besar, tidak hanya tidak membantu, malahan lebih berbahaya, lebih baik dengan perkataan yang penuh cinta mungkin masalah bisa berubah lebih baik.

Ma Wen An memutuskan untuk sementara waktu dia tidak akan menyerang istrinya. Pada suatu hari, dia baru pulang dari luar kota, istrinya kembali mengeluh tentang mertuanya, Ma Wen An hanya membujuknya mengatakan :

“Saya tahu ibu selalu mengomel, saya mengerti, dan telah mengambil keputusan, saya ingin membawamu meninggalkan rumah hidup di luar, supaya engkau tidak akan lagi menghadapi kemarahannya. Tetapi keluarga, saudara dan kenalan dekat masih tidak mengerti dan sulit untuk memahami sifat ibu saya, kita tiba-tiba meninggalkan rumah ini, pasti akan dicela oleh mereka, akan dianggap sebagai anak tak berbakti. Jadi kamu mohon bersabar satu atau dua bulan ini, dalam periode ini, selama periode ini walaupun dibenci, dimarahi dan disindir kamu harus bersabar, sehingga orang lain dan kerabat akan mengetahui Anda seorang menantu yang berbakti dan bahwa ibu saya yang tidak baik, dan pada saat kita pindah, Anda dapat menghindari kritik dari orang lain. ” Istrinya Wu walaupun mendengarkan perkataanya, didalam hati meskipun sudah berjanji, namun wajahnya masih menampilan keengganan.

Ma Wen An berkata: “Satu, dua bulan kemudian kita telah akan meninggalkan rumah ini untuk tinggal di tempat lain, ini adalah waktu yang sangat singkat hanya puluhan hari semuanya akan berlalu, dalam pikiran Anda harus mengganggap ibu hanya sebagai seorang tamu, layanilah dia dengan baik, saya rasa bukan merupakan hal yang sulit.”

Wu setelah mendengar kata “hanya seorang tamu,”, dalam hati berpikir: Ini adalah ide yang baik, saling bertemu untuk jangka pendek, bisa bersikap sopan dan bahagia.” Akhirnya dia berjanji kepada suaminya, bersedia untuk mendengarkan instruksi.

Sejak itu dia memperlakukan ibu mertuanya dengan sopan, penurut. Ibu mertuanya melihat dia telah berubah, dalam segala hal menaatinya. Hatinya juga mulai senang, juga mulai penuh perhatian. Perselisihan setiap hari sebelumnya sekarang berubah menjadi harmoni.

Setelah beberapa waktu, Ma Wen An pulang dari luar kota, melihat istrinya Wu sudah tidak sama dengan masa lalu, tidak lagi mengeluh tentang ibunya. Ma Wen An sengaja bertanya: “Bagaimana keadaan ibu sekarang?” dia menjawab: ”lebih baik dari dahulu”” Ma Wen An setelah mendengar perkataan istrinya, mengetahui rencananya mulai efektif, dia berkata lagi: “Ibu telah sedikit lebih baik, Anda harus berbuat lebih baik lagi padanya maka semua orang akan melihat Anda adalah seorang menantu yang berbakti, sehingga saya bisa membawa Anda keluar dari rumah ini! “

Setelah mendengar perkataannya suaminya Wu semakin baik terhadap mertuanya dan suaminya terkadang dengan sengaja atau tanpa sengaja menceritakan contoh menantu yang berbakti di zaman dahulu.

Setelah beberapa waktu kemudian, Ma Wen An bertanya lagi kepada istrinya, “Bagaimana keadaan ibu?” Istrinya Wu menjawab: ”Sekarang ibu sangat baik terhadap saya, saya tidak ingin meninggalkan rumah ini lagi. Saya ingin hidup bersama ibu dan berbakti kepadanya.”

Ma Wen An berkata, “Maksud saya yang sebenarnya adalah supaya engkau berbakti kepadanya, saya sama sekali tidak ingin meninggalkan ibu. Sekarang engkau sudah tahu maksud hati saya, engkau harus lebih memahami kesulitan saya. Dahulu engkau selalu mengeluh ibu saya cerewet, saya memang sudah tahu, karena saat itu engkau kurang perhatian kepada ibu. Tetapi saat itu engkau dalam keadaan marah, keterikatan hatimu sangat besar, didalam hati hanya melihat kesalahan orang lain, tidak mengetahui kesalahan diri sendiri, jika saat itu saya mengatakan kepadamu, engkau pasti tidak dapat menerima. Jika saya menyuruhmu merawat dan berbakti kepada ibu, engkau pasti tidak dapat menerima. Oleh sebab itu saya menggunakan cara lain, menyuruh engkau bersabar untuk mengubah hatimu, sebenarnya saya tidak ingin menggunakan kebohongan untuk menipumu, dalam hal ini saya meminta maaf! Benar saja dengan kesabaranmu dapat merubah hidup yang harmonis, akhirnya hatimu benar-benar timbul sifat berbakti, ingin benar-benar berbakti kepada orang tua.

Orang zaman dahulu mengatakan: “tidak ada mertua yang jahat jika menantu tahu membawa diri”

Setelah mendengar nasehat suaminya hati Wu semakin bertekad untuk selalu berbakti kepada mertuanya. Akhirnya hubungan mertua dan menantu menjadi sangat harmonis. Semua orang memuji dia sebagai seorang menantu yang berbakti dan istri yang baik.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular