Keterengan foto: Spanduk bertuliskan ‘Bawa Jiang Zemin ke Pengadilan’ dibentangkan di Connecticut Ave dan Calvert St. tempat seputar penginapan Xi Jinping. (Li Sha/Epoch Times)

Oleh Li Chen

Xi Jinping telah mengakhiri kunjungannya di Seattle dan langsung terbang menuju Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Washington DC pada Kamis (24/9/2015) sore hari waktu setempat yang disambut oleh Wakil Presiden AS Joe Biden. Presiden Obama mengadakan jamuan makan malam mengundang Presiden Xi beserta istri di ruang perjamuan dalam gedung Penginapan Tamu Negara Blair House.

Praktisi Falun Gong melakukan unjuk rasa damai dengan membentangkan berbagai spanduk yang bertuliskan antara lain: Seret Gembong Penganiayaan Falun Gong Jiang Zemin ke Pengadilan! Rakyat Menggugat Jiang Zemin! Adili Jiang Zemin! Falun Dafa Sejati-Baik-Sabar! dan lain sebagainya di seputar jalan dekat gedung tempat penginapan Xi Jinping.

Sekitar pukul 6 sore waktu setempat, konvoi kendaraan Xi Jinping melalui lokasi unjuk rasa damai. Ada kaki tangan PKT mencari gara-gara dengan berusaha menurunkan untuk dirobek spanduk ‘Adili Jiang Zemin’ namun tidak berhasil karena praktisi tetap tenang dan bertindak rasional. Seorang praktisi wanita bermarga Wu mengatakan bahwa ia mendengar seorang pimpinan premen antek Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang berada di sampingnya sedang memberikan instruksi kepada kaki tangannya untuk menghalangi pembentangan spanduk.

Setelah konvoi kendaraan Xi Jinping berlalu, sebagian praktisi lalu melakukan latihan meditasi di tempat. Beberapa warga Tionghoa yang lewat langsung mengambil gambar adegan itu dan berkomentar, “Praktisi Falun Gong bersikap jauh lebih baik daripada kelompok-kelompok PKT dalam berunjuk rasa.”

Beberapa warga Amerika bahkan terpikat oleh adegan unjuk rasa damai Falun Gong kemudian menghampiri praktisi untuk bertanya ihwal penindasan dan menyampaikan rasa terharunya.

Juru bicara Perkumpulan Belajar Falun Dafa DC menyerukan kepada Xi Jinping untuk menuntut Jiang Zemin di Pengadilan

Juru bicara Perkumpulan Belajar Falun Dafa Washington DC, Frank Lee mengatakan bahwa praktisi menyerukan kepada Xi Jinping untuk mengajukan tuntutan hukum kepada Jiang Zemin, membantu menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.

“Kami berharap agar Xi Jinping mengajukan tuntutan hukum kepada Jiang Zemin. Berharap agar ia bersedia membantu menghentikan penindasan yang diotaki oleh Jiang Zemin sampai selama 16 tahun berjalan. Kelompok Jiang terus mempertahankan penganiayaan. Selama ini kami praktisi Falun Gong terus memaparkan soal pengambilan paksa organ tubuh hidup dan penganiayaan oleh orang-orang Jiang, kami berharap Jiang yang sudah mundur dari jabatan beserta kelompoknya bisa diusut secara tuntas dan dihukum agar penindasan tidak terjadi lagi,” katanya.

Keterangan foto: Juru bicara Perkumpulan Belajar Falun Dafa Washington DC, Frank Lee. (Li Sha/Epoch Times)

Frank Lee selanjutnya mengatakan bahwa para praktisi berusaha untuk belajar menjadi orang-orang baik sesuai karakteristik alam semesta yang Sejati-Baik-Sabar. Praktisi adalah orang-orang yang berkumpul untuk berlatih Falun Gong dan tidak memiliki minat untuk berpolitik. Tak memiliki aspirasi politik bila tidak terjadi penindasan terhadap Falun Gong.

“Kami tidak tertarik pada kekuasaan, mempermasalahkan siapa yang berhak atau tidak berhak untuk memimpin negara. Namun akibat penindasan terhadap kita dan terhadap orang-orang yang tidak bersalah maka kita terpanggil untuk menyampaikan pendapat demi keadilan. Kami tidak mungkin untuk berdiam diri melihat sesama praktiai Falun Gong di Tiongkok diperlakukan biadab. Kita tidak terlibat berpolitik,” tegasnya.

Dengan kembali ditangkapnya Pengacara kondang Pembela HAM Gao Zhisheng, Frank Lee berkomentar, “Saya belum melakukan verifikasi terhadap isu tersebut, namun bila hal ini benar, saya percaya bahwa itu pasti dilakukan oleh orang-orang dari kelompok Jiang Zemin untuk membuat dia (Xi Jinping) kehilangan muka di mata internasional”.

Keselamatan Gao Zhisheng juga memperoleh perhatian khusus dari para praktisi Falun Gong. Sementara itu ditinjau dari sisi yang lain, kasus penangkapan tersebut membuktikan bahwa penindasan dan penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok masih terus berlanjut hingga sekarang.

“Tiada utang tanpa kreditur dan tiada kebencian tanpa penyebab. Dia (Xi Jinping) bukan penanggungjawab penganiayaan, kita hanya bermaksud untuk menyerukan agar dia menangkap dan mengajukan tuntutan hukum kepada gembong penganiaya Falun Gong Jiang Zemin. Ini akan bermanfaat terhadap seluruh rakyat Tiongkok,” kata Frank Lee.

Keterangan foto: Praktisi Falun Gong melakukan meditasi di lokasi unjuk rasa. (Li Sha/Epoch Times)

Obama dan Xi Jinping akan bertemu di Gedung Putih

Obama akan menemui kunjungan resmi Xi Jinping di Gedung Putih pada Jumat (25/9/2015) hari ini. Rencananya, mereka akan mengadakan konferensi pers bersama di halaman terbuka taman bunga mawar dalam Gedung Putih. Malamnya, Xi Jinping dan istri akan menghadiri jamuan makan Obama. Ada berita bahwa Departemen Luar Negeri AS juga akan mengadakan jamuan makan siang untuk menggalang interaksi lebih dalam antar pejabat kedua negara.

Praktisi Falun Gong mengatakan bahwa mereka akan terus melakukan unjuk rasa damai selama kunjungan Xi Jinping dan rombongan di DC untuk mengekspresikan tuntutan. Selain unjuk rasa damai pada 24 September 2015 dari pukul 06.00 –09.00 waktu setempat. Kegiatan masih akan dilanjutkan pada hari ini. Pada 26 September Xi Jinping akan meninggalkan DC untuk meneruskan kunjungannya ke New York. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular