Penelitian terbaru dari USDA (Departemen Pertanian AS) menemukan bahwa ubi jalar ungu (ubi ungu) mengandung zat yang dapat menghancurkan sel-sel induk kanker, dan dapat mencegah komponen penyebaran kanker, serta berpotensi digunakan untuk pencegahan kanker primer atau sekunder.

Ubi Jalar ungu juga dikenal sebagai ubi hitam, dagingnya berwarna ungu atau ungu gelap, saat ini sangat populer di pasar, yang di Indonesia terutama banyak dijumpai di Jawa Timur (Gunung Kawi, Malang). Ubi jalar kaya protein, mengandung 18 jenis asam amino yang mudah dicerna tubuh, vitamin A, B, C, dan seterusnya, 8 jenis vitamin dan fosfor, serta 10 jenis zat besi, dan elemen mineral alami lainnya. Ia merupakan elemen yang diperlukan daya tahan tubuh dalam menghadapi kelelahan dan menambah darah. Seperti halnya dengan ubi jalar merah, ubi ungu juga kaya selulosa, dapat mendorong detoksifi kasi, memperbaiki lingkungan saluran pencernaan, dan mencegah penyakit gastrointestinal (saluran lambung dan usus).

Menurut laporan CTV News pada tanggal 28 Agustus lalu, karena kebanyakan orang AS suka makan ubi jalar (juga dikenal sebagai ubi rambat) panggang, maka peneliti dari Pennsylvania State University, AS menggunakan ubi ungu panggang sebagai percobaan.

Dalam penelitian mereka sebelumnya telah ditemukan, berbagai jenis ubi jalar termasuk ubi ungu mengandung pati resisten yang merupakan makanan favorit bakteri usus. Staf peneliti dari Pennsylvania State University, Jairam KP Vanamala menyatakan bahwa bakteri yang suka makan pati resisten ini dapat diubah menjadi asam lemak rantai pendek yang bermanfaat, seperti asam butirat.

“Asam butirat dapat mengatur fungsi kekebalan usus, dapat menghambat peradangan kronis, selain itu juga dapat membantu membuat sel-sel kanker tersebut menghancurkan dirinya sendiri,” imbuh Vanamala.

Dalam penelitian ini, para peneliti mengamati, ubi ungu panggang dapat membatasi penyebaran stem sel kanker usus, dan dalam beberapa kasus juga dapat menghancurkan sel-sel kanker.

Para peneliti member makan ubi jalar ungu panggang kepada tikus yang menderita kanker usus dan telah menemukan hasil yang serupa.

Bagi manusia, tim peneliti merekomendasikan, di saat makan siang dan makan malam, makanlah sebuah ubi ungu ukuran sedang, atau setiap hari makan 1 buah ubi ungu yang besar.

Para peneliti percaya bahwa senyawa yang menyebabkan buah-buahan dan sayuran yang memiliki warna-warna cerah, dapat menghambat pertumbuhan kanker.

Penelitian lanjutan dari Jairam KP Vanamala adalah menguji ubi ungu bagi manusia, apakah dapat membantu melawan penyakit kanker lainnya. Ia beranggapan bahwa bahan makanan dapat memberikan lebih banyak perlindungan kesehatan bagi pasien kanker, karena tidak memiliki efek samping seperti obat.

Penelitian ini juga menemukan bahwa ubi ungu memiliki efek pencegahan kanker primer dan sekunder. Pencegahan pri-mer mengacu pada pencegahan penyakit kanker secara umum. Sedangkan pencegahan sekunder mengacu pada pencegahan kambuhnya penyakit kanker bagi pasien kanker. (hui)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular