Pepatah lama mengatakan : “Sebagai orangtua memang tidak mudah dalam membesarkan atau merawat anak-anaknya”, pepatah ini memang tepat, dan bagi mereka yang belum pernah membesarkan atau merawat anak-anak sendiri memang sangat sulit merasakannya secara mendalam. Sementara pepatah lain yang berbunyi “Tidak ada orangtua yang tidak baik di dunia, segala sesuatu yang dilakukannya selalu benar (baik) untuk anak-anaknya”.

Dua pepatah di atas patut di renungkan, karena ada banyak orangtua yang sedikit banyak merasakan penyesalannya, selalu ingin anak-anaknya mendapatkan yang terbaik, tetapi tidak tahu bagaimana cara mendidik anak-anaknya secara layak dan tepat. Ada orangtua yang terkesan baik (penerapan pendidikan) pada titik awal, namun, pada akhirnya membuat hubungan orangtua – anak atau ayah/ibu-anak justru menjadi semakin runyam.

Dan yang selalu disalahkan adalah pihak sekolah, sebab anak-anak setiap saat berada di sekolah, dan karena semua itu guru dianggap tidak mampu dalam mendidik murid-muridnya. Selalu guru yang selalu dituding setiap kegagalan murid-muridnya, yang kurang pada anak-anak era sekarang adalah pendidikan dalam keluarga, bukan pendidikan di sekolah. Dan yang membuat anak-anak kurang mendapatkan pendidikan keluarga, tentu saja adalah kesalahan orangtua, tidak ada hubungannya dengan para pendidik di sekolah.

Tapi apa itu “pendidikan keluarga” ? Waktu pendidikan keluarga yang berharga itu pun berlalu begitu saja dari tahun ke tahun. Namun, diantaranya itu mungkin pernah mendapatkan pendidikan keluarga tradisional──Pendidikan tradisional yang waktunya tidak dirampas oleh pendidikan sekolah modern, yang dilupakan oleh keluarga kecil.

Pendidikan tradisional itu lebih penting bagi anak-anak putri. Meskipun banyak orang tidak mengerti dampak dari hilangnya kearifan pendidikan tradisonal ribuan tahun itu terhadap individual. Namun, seiring dengan semakin uzurnya generasi dahulu, dan pola pendidikan yang semakin kompleks pada masyarakat modern, lalu dari mana mencari kembali pendidikan keluarga yang sesungguhnya ? Mungkin dari buku-buku kuno dapat ditemukan kembali pelajaran-pelajaran dasar apa saja yang kurang bagi anak-anak putri zaman sekarang.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular