Keterangan foto: Presiden Xi Jinping berpidato dalam sidang di markas besar PBB pada 27 September 2015. (Credit Bryan R.Smith/AP/New York Times)

Presiden Xi Jinping tiba di New York pada Sabtu (26/9/2015) untuk menghadiri peringatan 70 tahun berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa/ PBB. Menurut laporan bahwa pihak berwenang New York City telah menerapkan kontrol lalu lintas di sekitar markas besar PBB yang terletak di Manhattan. Bahkan memberlakukan pembatasan jumlah orang yang menghadiri sidang-sidang tertentu. Termasuk kepala setiap negara hanya boleh didampingi oleh seorang asisten / sekretaris, tidak terkecuali Xi Jinping.

Menurut microblog Daratan dengan ID: Upolitics, sejumlah serial sidang diselenggarakan dalam gedung markas besar PBB membuat kesibukan tinggi bagi para petugasnya.

Dalam rangka persiapan penyambutan kepala negara dan pejabat tinggi dari 97 negara dunia, kedua jalan utama untuk masuk ke gedung markas besar PBB sejak 25 September 2015 sudah ditutup untuk umum. Banyak perusahaan yang kantornya berlokasi di jalan yang tertutup itu mengijinkan pegawainya untuk melakukan pekerjaan dari rumah.

Laporan juga menyebutkan bahwa para kepala negara serta pejabat tinggi rata-rata didampingi oleh seorang asisten atau sekretaris dalam ruang markas besar, beberapa pemimpin bahkan tanpa seorang pun asisten di sampingnya.

Di atas meja delegasi akan diletakkan sebuah tabel yang bertuliskan negara asal mereka beserta headphone yang menyampaikan terjemahan isi pidato delegasi dalam bahasa resmi pilihan antara Arab, Inggris, Mandarin, Prancis, Rusia dan Spanyol.

Sekretariat PBB akan menterjemahkan secara langsung isi pidato yang disampaikan delegasi di depan podium ke dalam enam bahasa resmi PBB. Termasuk dokumen resmi atau pernyataan penting PBB juga akan dicetak dalam 6 bahasa tersebut.

Selain itu, artikel juga menyebutkan bahwa seluruh pertemuan termasuk yang berskala besar atau kecil yang berlangsung dalam gedung markas besar PBB itu sudah tercatat berjumlah 485 kali. Demi kemudahan bagi para delegasi dari negara-negara untuk melakukan pertemuan bilateral. PBB telah menyediakan 40 ruang pertemuan di 4 lokasi dalam markas besar tersebut. Tahun lalu, ada 1.300 lebih pertemuan yang berlangsung di dalam ruang-ruang itu, besar kemungkinan jumlah pertemuan serupa pada tahun ini akan jauh melampaui angka itu. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular