Banyak orangtua salah paham dengan perilaku anak-anak. Bahkan, ada alasan-alasan mereka untuk bersikap kasar pada anak-anak. Beberapa anak bersikap posesif dan ada pula yang agresif. Beberapa anak-anak lebih emosional dan beberapa terlalu keras terhadap teman.Tapi perilaku buruk pada balita atau anak-anak sebagian besar karena usia dan akan berubah setelah mereka tumbuh dewasa.

Ada kalanya, anak–anak suka atau bahkan sengaja berperilaku nakal, hanya untuk dimarahi orangtuanya maupun untuk mancari perhatian orangtuanya. Bila Anda melihat perilaku agresif pada balita, sebaiknya amati untuk mengetahui alasan atau akar masalah yang sebenarnya.

Sifat ingin tahu

Ini adalah salah satu alasan perilaku obsesif yang dimiliki oleh anak – anak. Mereka merasa ingin tahu terhadap segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Hal ini membuat mereka menjadi ingin mengetahui bagaimana cara kerja dari suatu hal / benda yang digunakan orangtuanya, sehingga mereka juga akan mencoba melakukan hal yang sama. Dan tentunya, dengan sifat ingin tahu dari anak –anak ini, dapat mengacaukan segal sesuatu dan dimana saja.

Ekspresi

Setiap anak mempunyai watak, sifat dan karakter yang berbeda- beada. Beberapa anak-anak cenderung suka berteriak (menjerit) untuk mengungkapkan perasaannya, ketika mereka mendapati kesulitan atau tidak berhasil melakukan sesuatu yang diinginkannya.

Impuls/dorongan hati

Sebagian besar anak-anak umumnya tidak dapat mengelola impuls/dorongan hati, emosi dan perasaan mereka dengan baik. Hal ini yang menjadi penyebab anak – anak suka untuk mengekspresikan kemarahan dan ketidaksenangan mereka dengan suara yang keras.

Kebebasan

Sesungguhnya, baik orang dewasa maupun anak –anak adalah seorang pribadi yang bebas dan mandiri seutuhnya. Dengan demikian, beberapa anak-anak akan emosi, marah, berontak bahkan melawan orangtuanya, karena merasa kebebasannya dalam hal – hal tertentu, telah dikekang dan dibatasi oleh orang tuanya.(Anai)

 

Share

Video Popular