Keterangan gambar: Pola seperti kulit ular atau kulit kayu di permukaan Pluto merentang sejauh ratusan kilometer. (NASA/JHUAPL/SWRI)

Oleh: Lin Yan

Sabtu, 24 September lalu, National Aeronautics and Space Administration (NASA) merilis foto Pluto yang baru, dalam foto tersebut tampak terlihat pola seperti kulit ular yang misterius di permukaan Pluto, merentang sepanjang ratusan kilometer, dan para ilmuwan tidak dapat memastikan sebabnya.

Melansir laman “Huffington Post” (24/9), hasil pantauan dari New Horizons spacecraft milik NASA, AS, menunjukkan, bahwa Pluto bukanlah sebuah tempat yang sederhana, namun, punya sifat kompleks yang menakjubkan dan menunggu para ilmuwan untuk mempelajarinya.

William McKinnon, salah satu ilmuwan dari Washington University dan pemimpin proyek New Horizons mengatakan, topografi dan tekstur seperti kulit ular itu membingungkan. Ia mencoba untuk menjelaskan sebabnya.

“Topografi ini unik sekaligus membingungkan. Ruang lingkupnya mencapai ratusan kilometer, sekilas tampak seperti kulit ular atau kulit kayu, bukan pola geologi. Benar-benar butuh waktu bagi kami untuk mencari tahu,” katanya.

Mereka berspekulasi bahwa ada kemungkinan gempa tektonik pernah melanda permukaan itu. Teori lainnya karena paduan aktivitas tektonik dan sublimasi es.”

Minggu, 25 September lalu, NASA merilis foto warna Pluto terbaru. Berbagai warna dalam foto tersebut menunjukkan, bahwa Pluto memiliki sifat geografi dan iklim yang sangat kompleks. (NASA/JHUAPL/SwRI)

Pada hari yang sama, NASA juga merilis gambar lainnya dengan resolusi yang lebih tinggi. Laporan terkait menyebutkan bahwa foto-foto baru yang dirilis itu diambil dengan Multispectral Visible Imaging Camera dari New Horizons. Sementara itu, John Spencer ilmuwan lainnya dari Southwest Research Institute, AS mengatakan, “Demi memperluas jangkauan untuk mengamati Pluto, kami menggunakan saluran infrared Multispectral Visible Imaging Camera. Dengan demikian, warna di permukaan planet tersebut ditingkatkan, sehingga kita bisa melihat warna-warna di Pluto yang meliputi biru pucat, kuning, oranye, dan merah gelap.”

Pemandangan dan sumber es di Pluto.(NASA/JHUAPL/SwRI)
Perbandingan antara Pluto (kiri bawah) dan bumi (gambar kanan) serta bulan (kiri atas). (Wikipedia)

Banyak bentukan permukaan memiliki warna yang khas, memberi petunjuk betapa kompleksnya cerita klimatologi dan geologi yang baru saja mulai kita ungkap,”ungkap John Spencer yang juga terlibat program Geologi, Geofisika, dan Pencitraan.

Dari jarak terdekat sekitar 12,000 km, New Horizon mendapatkan gambaran yang jelas selama mengamati Pluto ketika melintasi dekat Pluto pada 14 Juli 2015 lalu. Permukaan Pluto terdapat gunung, lembah, ada sumber es, kompleksitasnya sama seperti Mars, memiliki es nitrogen padat yang merembes dari pegunungan ke dataran. (joni/rmat)

Share

Video Popular