Keterangan gambar: Pasukan Afghanistan dengan dibantu oleh tentara koalisi pada 28 September melakukan serangan untuk merebut kembali kota Kunduz yang diduduki Taliban. (Shah Marai/AFP/Getty Images)

Pasukan Afghanistan yang berkumpul di utara kota Kunduz yang terkepung, dengan bantuan pasukan koalisi, pada Selasa (29/9/2015) melakukan pertempuran jalanan dengan gerilyawan Taliban dan berhasil merebut kembali beberapa daerah di kota itu.

Serangan Taliban ke Kunduz merupakan usaha pertama untuk merebut kota-kota penting Afghanistan sejak mereka digulingkan pada 2001. Serangan mereka itu menimbulkan kecaman dari pemerintah Afghanistan dan internasional.

Wall Street Journal memberitakan bahwa pasukan koalisi yang dipimpin oleh AS mengawali serangan balik yang dilakukan pada Selasa itu, kemudian pasukan Afghanistan yang diturunkan untuk bertempur sebelum fajar.

Keberhasilan untuk merebut kembali Kunduz kota terbesar keenam Afghanistan ini menjadi penting artinya bagi pasukan Afghanistan yang sudah 14 tahun ini bertempur melawan Taliban.

Pejabat kota Kunduz, Safiullah Ahmadi mengatakan, pasukan Afghanistan telah merebut kembali markas besar kepolisian dan penjara kota yang diduduki Taliban. Tetapi lebih dari 600 orang tahanan di sana berhasil kabur saat serangan terjadi.

Safiullah Ahmadi juga menyebutkan bahwa gerilyawan Taliban masih menguasai kota.

“Ini membutuhkan tindakan yang lebih besar untuk mengusir mereka. Meskipun di sana sudah dikerahkan peralatan pertempuran, tetapi kita tidak mengandalkan serangan udara untuk menghindari jatuhnya korban sipil,” katanya.

AS masih menempatkan 9.800 anggota militernya di Afghanistan hingga sekarang. Suara Amerika dalam pemberitaannya mengatakan bahwa juru bicara Dinas Kesehatan Afghanistan pada hari Selasa mengirim berita Twitter yang isinya berbunyi, bahwa sejak serangan itu, rumah-rumah sakit di kota Kunduz telah menerima jenasah 16 orang dan merawat 172 orang yang terluka. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular