Keterangan gambar: Peraturan baru tentang jumlah penarikan dana melalui kartu perbankan merupakan usaha untuk mengekang arus modal keluar dari Tiongkok yang masih deras. (AFP)

Oleh: Qin Yufei

Pemerintah Tiongkok sudah mengeluarkan peraturan baru tentang jumlah penarikan uang tunai melalui baik kartu debet maupun kredit. Media asing berpendapat bahwa ini merupakan usaha terkini dari otoritas Beijing untuk mengekang arus modal keluar dari Tiongkok.

Wall Street Journal memberitakan China UnionPay/ CUP (Organisasi kartu kredit Tiongkok) pada 29 September 2015 menyebutkan bahwa regulator devisa Tiongkok SAFE (State Administration of Foreign Exchange) menerapkan batasan baru tentang jumlah penarikan uang tunai di luar negeri dalam setahun. Berdasarkan peraturan baru itu, maka pemegang kartu keluaran CUP hanya diperkenankan untuk menarik uang tunai di luar negeri maksimum RMB. 50.000,- dalam 3 bulan terakhir tahun ini, dan untuk tahun depan, batasan yang diberlakukan adalah maksimum RMB. 100.000,- setahun.

Tampaknya CUP cukup menguasai proses transaksi kartu debet dan kredit perbankan di Tiongkok, yang berarti bahwa seluruh pemegang kartu baik debet maupun kredit di Tiongkok bakal terkena pembatasan ini.

Pembatasan penarikan uang tunai tersebut diberlakukan mengikuti pengaturan penarikan dana sebelumnya yang maksimum RMB. 10.000,- per nasabah per hari.

Peraturan baru tersebut merupakan hasil upaya SAFE untuk membatasi modal keluar dari Tiongkok yang masih cukup deras. Data Bank Sentral Tiongkok terbaru menunjukkan bahwa cadangan devisa Tiongkok bulan ini telah mengalami penurun sebanyak USD. 93.9 miliar, mencatatkan rekor penurunan bulanan terbesar dalam sejarah.

Tiongkok membutuhkan dana untuk merangsang pertumbuhan ekonomi yang kondisinya sekarang diperkirakan sudah mencapai pertumbuhan paling lambat selama 25 tahun terakhir. Data ekonomi pada Agustus dan September masih menunjukkan pelemahan. Hal ini membuat para ekonom Tiongkok makin pesimis terhadap target pertumbuhan tahunan yang 7 %.

Dalam upaya untuk mengekang pelarian modal. SAFE sejak bulan Agustus lalu telah memperkuat pengawasan terhadap arus keluar modal ‘abnormal’. Selain menginstruksikan kantor-kantor lokal mereka untuk memberikan laporan tentang aliran dana keluar serta perusahaan-perusahaan yang melakukan pembelian valas dalam jumlah besar.

Sementara itu, pemimpin Chinese Bank mengaku ia mendapat ‘pesan’ dari biro resmi untuk memperketat pengawasan terhadap penjualan valas. Seperti juga Bank of China, transaksi pembelian yang melebihi batas USD. 100.000,- harus disertai ijin yang dikeluarkan oleh Kantor Inspektor Pemerintah.

Bank-Bank juga diinstruksikan untuk meningkatkan pengawasan membantu mencegah modal keluar dari Tiongkok. Bila nasabah tidak bisa menunjukkan bukti dana akan digunakan untuk kegiatan perdagangan, maka setiap warga negara Tiongkok tidak diperkenankan untuk membawa keluar dari Tiongkok dana lebih dari USD. 50.000,- se tahun. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular