Menurut laporan Central News Agency Taiwan, Amerika Serikat sejak setengah abad ini mengategorikan jenis telur sebagai makanan berkolesterol tinggi dan dimasukkan ke dalam daftar pantangan makanan bagi pelaku diet. Namun di tahun 2015 rekomendasi baru dari Dietary Guidelines berpendapat, makanan tinggi kolesterol tidaklah berbahaya. Gulalah pembunuh kesehatan yang sebenarnya. Rekomendasi ini telah diakui oleh para ahli kardiologi (jantung).

USDA (US Department of Agriculture) di waktu yang lampau pernah menulis laporan penting dalam saran ilmiahnya, yakni memperingatkan masyarakat agar menjauhi telur dan makanan berkolesterol tinggi lainnya seperti butter, kerang-kerangan, daging ham, dan jerohan, mungkin hal ini masih ada kekurangannya.

US Dietary Guidelines Advisory Committee, mengirim rekomendasi terbaru Dietary Guidelines kepada Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan AS, dijelaskan dengan gamblang bahwa menurut penelitian terbaru, tidak ada bukti bahwa makan kuning telur, udang dan makanan berkolesterol tinggi lainnya dapat meningkatkan kolesterol dalam darah.

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar kolesterol yang dibutuhkan oleh tubuh manusia disintesis oleh hati; makanan kaya kolesterol, dengan kadar kepekatan kolesterol serum dalam tubuh manusia tidak harus berhubungan. Ahli gizi menyatakan, kolesterol adalah nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, membatasi diet kolesterol tidak membuat orang Amerika dapat mempertahankan berat badan, malah orang gemuk semakin lama semakin banyak di AS.

Para ahli beranggapan, penyebab obesitas warga Amerika adalah asupan gula yang berlebihan, seperti karbohidrat dalam bentuk gula halus dan lain-lain dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat dengan cepat. Untuk mencegah kadar kepekatan glukosa darah, maka tubuh akan mengeluarkan insulin untuk membuat karbohidrat menjadi lemak yang tersimpan, sehingga orang menjadi gemuk. Di sini faktor kuncinya adalah insulin.

US Dietary Guidelines Advisory Committee merekomendasikan, hidangan makan masih harus berbasis utama: sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, serta harus mengurangi asupan gula. Ahli penyakit jantung, Dr. Steven Nissen berpendapat, “Ini adalah keputusan yang tepat.” (Hui/Yant)

Share

Video Popular