Keterangan foto: Pada 14 hingga 16 September, jaringan resmi Komisi Pusat Inspeksi Disiplin yang dikepalai oleh Wang Qishan (kiri) mengumumkan bahwa 13 pejabat atau pejabat tinggi dari provinsi Guangdong, Dalian, Sichuan, Guizhou, Liaoning, Xinjiang dan sistem Deplu serta sistem penerbangan sipil nasional sedang diperiksa karena terlibat KKN. (Feng Li/Getty Images)

Oleh: Li Tianxiao

Pada 9 September 2015 silam, ketika Wang Qishan bertemu dengan sekelompok mantan pejabat asing dan cendekiawan, untuk kali pertama ia membahas masalah “Legitimasi Kekuasaan PKT”. Mengapa pada saat krusial ketika Wang mengganyang orang-orang Jiang yang korup, saat ketika persekongkolan Jiang Zemin dengan Partai Komunis Tiongkok/ PKT dalam melakukan kejahatan penganiayaan terhadap masyarakat, diungkap secara terus-menerus, kenapa Wang Qishan berinisiatif mengajukan masalah Legitimasi PKT? Sebenarnya Wang Qishan sedang memberi isyarat apakah?

Sebenarnya Wang Qishan sedang mengisyaratkan dua poin:

Pertama, masalah riil akan runtuhnya PKT. Kedua, PKT dalam memerintah, tidak diberi kuasa oleh rakyat, suatu masalah tiadanya asal-usul “keabsahan” pemerintahan PKT.

Dalam Rapat Perluasan Biro Politik pada pertengahan Juni lalu, Xi konon menegaskan “Harus mau menerima dan mengakui kenyataan kematian PKT”. Pernyataan Xi Jinping dalam rapat ini berdasarkan sebuah laporan penelitian bahwa hanya sebanyak 25% pejabat tinggi pusat dan daerah yang memenuhi syarat dan sejumlah 90% kepemimpinan tingkat basis sudah sangat bobrok. Xi Jinping juga memaparkan 6 karakteristik khusus dari kematian partai. Dengan kata lain sepertinya Xi dan Wang sudah sepakat bahwa kebobrokan PKT sudah membusuk hingga ke akar-akarnya dan sudah tidak bisa dihidupkan kembali. Hal itu menandaskan, antusiasme memprotek partai dari kalangan elit PKT sedang dalam proses meleleh.

Sejarah mencatat bahwa PKT pernah menyebabkan kematian tidak wajar hingga 80 juta warganya sendiri. Selain itu juga menimbulkan kemerosotan moral di seluruh lapisan masyarakat dan tercemarnya lingkungan hidup serta serangkaian masalah sosial yang sangat serius. Dengan kata lain, PKT dan Jiang Zemin adalah satu kesatuan tubuh, adalah sebuah grup kejahatan. Inilah sejatinya masalah yang lebih mendasar bahwa PKT itu tidak memiliki “Legalitimasi”.

Dalam perkataan Wang Qishan juga mengandung makna laten membalas Jiang Zemin.

Pertama, bisa mendiskusikan secara terbuka masalah “Legalitas” PKT itu sendiri sudah berseberangan dengan Jiang yang dahulu secara bersikeras menggunakan “tiga wakil (san ge dai biao 三個代表)” dalam mengusung bendera partai untuk mewakili masyarakat umum.

Kedua, dalam proses mengganyang Jiang kali ini, Jiang selalu menggunakan “Hidup Mati Partai Komunis “ untuk mengancam/menyandera Xi Jinping dan Wang Qishan, yang artinya adalah: “Jika Anda sekarang mau mengungkapkan dosa saya menindas Falun Gong maka partai ini tidak bisa dipertahankan lagi, ia akan segera mati. Begitu partai ini musnah maka Anda mati, saya pun binasa, semuanya mati bersama-sama, karena semuanya berada dalam satu perahu (PKT).”

Walaupun Xi Jinping tidak menjawab secara lisan akan tetapi ia menjawab dengan tindakan nyata. Dewasa ini dibawah kebijakan hukum “Ada kasus apapun harus diproses”, maka masyarakat berduyun-duyun menggugat Jiang Zemin termasuk praktisi Falun Gong ikut menggugat Jiang atas tindakan kejahatannya terhadap kemanusiaan. Poin ini sebenarnya diperuntukkan sebagai respon kepada Jiang Zemin, “Biarkanlah opini rakyat yang memutuskan mau menghukum Jiang atau tidak.”

Poin kedua, yang diisyaratkan oleh Wang Qishan adalah kekuasaan PKT selamanya tidak pernah ada mandat yang diberikan oleh rakyat jadi tidak ada sumber legitimasinya. Ini adalah masalah yang sangat mendasar.

Masih ada satu poin lagi, legitimasi kekuasaan itu bukan melulu berasal dari prestasi dalam memerintah. Misalnya, Anda telah berhasil mengembangkan ekonomi dan kehidupan rakyat sudah meningkat, maka apakah Anda secara otomatis memiliki legalitas untuk berkuasa? Belum tentu! Kenapa? Karena mungkin disisi lain Anda telah menindas masyarakat dan membantai rakyat, maka rakyat sah-sah saja jika tidak memilih Anda, bahkan mencampakkan Anda. Jadi sumber legalitas kekuasaan bukan berasal dari hasil Anda memimpin.

Sumbernya datang dari mana?

Di zaman modern ini, ia datang dari mandat yang diberikan oleh rakyat, datang dari satu orang satu suara. Prosedur pemilihan umum demokratis, datang dari sistem demokrasi. Pemerintahan PKT belum pernah melewati pemilu yang sesungguhnya, itu sebabnya tidak memperoleh mandat dari rakyat, jadi ia adalah ilegal.

Sepertinya prosedur sistem demokrasi adalah akar sumbernya? Sebenarnya masih belum cukup. Dibicarakan lebih mendalam adalah, hak asasi manusia pemberian Tuhan. Sistem demokrasi Amerika Serikat sebagai contoh, Presiden AS Barak Obama atau para mantan presiden sebelumnya, ketika terpilih, mereka akan meletakkan tangan di atas “Alkitab” dan berkata “Tuhan melindungi Amerika”. Jelas-jelas adalah rakyat yang memilih dirinya mengapa ia tidak mengatakan “Rakyat memberkati Amerika” tapi malah mengatakan “Tuhan melindungi Amerika”? Ia dalam hati sudah sangat gamblang bahwa hak rakyat berasal dari Tuhan dan datang dari Yang Maha Kuasa. Artinya, opini publik berasal dari Tuhan.

Pada kalimat pertama “Deklarasi Kemerdekaan” sudah dikatakan dengan sangat jelas, “Kesetaraan berasal dari Sang Pencipta”. Jika lahir dari rahim ibu sudah pada setara dan seandainya hak tersebut bukan pemberian Tuhan, maka orang lain, termasuk pemerintah yang berkuasa boleh merampasnya. Hak kesetaraan mungkin bisa berubah menjadi karunia yang diberikan oleh penguasa. Dalam ilmu politik terdapat kalimat yang mengatakan, kekuasaan pemerintah berasal dari penyerahan hak diri rakyat sendiri. Akan tetapi hak yang diserahkan oleh rakyat ini berasal dari mana? Datang dari Tuhan, datang dari Yang Maha Kuasa. Dalam “Deklarasi Kemerdekaan” sudah dikatakan dengan amat jelas. Pendirian Negara AS beserta kedigdayaannya dikemudian hari berasal dari prinsip dasar hak asasi manusia pemberian dari Tuhan.

Sudah tentu isyarat yang diberikan oleh Wang Qishan mungin termasuk dan mungkin juga tidak termasuk uluran makna luas yang dijelaskan di atas. Namun ini adalah intisari makna dari sistem demokrasi modern. (lin/whs/rmat)

(Li Tianxiao, penulis adalah doktor ilmu politik dari University Columbia AS dan Fulbright Visiting Scholar, sebelum ke AS adalah dosen ilmu Hubungan Internasional dari Universitas Fudan, Shanghai, Tiongkok)

 

 

Share

Video Popular