JAKARTA – Kondisi perekonomian pada saat ini yang disebut pemerintah sedang melambat sementara sejumlah pengamat menyebut sedang krisis, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga kini masih terus mengancam. Kementerian Tenaga Kerja menyebutnya jumlahnya 42.449 orang sedangkan KSPI menyebut berjumlah 62.3331 orang angka tertinggi terjadi di Jawa Timur.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Yoris Raweyai menyatakan turut prihatin atas jumlah angka PHK yang kini sudah mencapai 60 ribu orang lebih. Menurut dia, pada kondisi pada saat ini diharapkan ada solusi yang terbaik untuk menyelesaikan persoalan PHK.

Yories mengajak kepada para pengusaha untuk turut bersama-sama mengatasi ancaman gelombang PHK besar-besaran. Ditambah dengan sebelumnya para pengusaha sudah banyak dan lama menikmati keuntungan. Oleh karena itu, lanjut Yories, kini saatnya bagi para pengusaha untuk berbagi. “Sisihkan sedikit anggaran untuk menahan PHK,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Kamis (1/10/2015).

Dia berharap kepada pemerintah untuk berdialog kepada buruh terkait kondisi bangsa Indonesia pada saat ini serta melakukan berbagai terobosan untuk mengurai persoalan PHK besar-besaran. Apalagi persoalan buruh tak berhenti pada persoalan PHK, namun kembali berhadapan dengan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) yang terus membludak.

Menghadapi kondisi pada saat ini, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton Supit mengajak kepada para pengusaha dan pekerja untuk duduk bersama-sama serta saling memahami. Pasalnya, persoalan PHK tidak bisa diselesaikan dengan hanya melakukan aksi unjuk rasa dan mogok massal.

Data APINDO menyebutkan, Pemutusan hubungan kerja (PHK) kini tak hanya terjadi pada pekerja kontrak waktu tertentu (PKWT). Namun PHK juga terjadi pada pekerja yang masa pengabdiannya mencapai 10 tahun lebih. Kondisi ini disebut terjadi di berbagai sektor seperti tekstil, rokok, retail, batu bara dan sawit.

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) jumlah PHK yang tercatat mencapai 42.449 orang di seluruh Indonesia. Peningkatan angka PHK ini dibandingkan pada Agustus 2015 mencapai 26.700 orang. Rinciannya, angka PHK di DKI Jakarta 1.546 orang, Banten 7.294 orang, Jawa Barat 7.143 orang, Jawa Tengah 3.370 orang, Jawa Timur 5.630 orang, Kalimantan Timur 10.721 orang, Sumatera Utara 398 orang dan Kepulauan Riau 6.347 orang. (asr)

Share

Video Popular