Keterangan Foto ; peringatan Ulang Tahun Mahatma Gandhi di Jakarta (Gandhi Memorial International School)

JAKARTA – Tepatnya 146 tahun silam telah lahir tokoh dunia yakni Mahatma Gandhi yang kemudian dikenal sebagai aktivitis anti perang dan kekerasan. Kelahirannya bersamaan peringatan hari Intenasional Tanpa Kekerasan. Kegiatan ini juga dilaksanakan di Jakarta, Jumat (2/10/2015).

Acara di Jakarta diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India untuk Indonesia dan Sekolah Internasional Matahma Gandhi di Gandhi Memorial International School, Jakarta. Hadir pada acara itu, Ketua DPD RI, Irman Gusman dan Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste, Gurjit Singh.

Duta Besar India untuk Indonesia, Gurjit Singh mengatakan sejak di Indonesia, dirinya selalu memperingati hari ulang tahun Mahatma Gandhi di Sekolah Internasional Mahatma Gandhi. Tak hanya itu, peringatan setiap tahun ini juga bersamaan dengan hari Batik Nasional Indonesia dan kesaktian Pancasila.

Tampil mengenakan batik, Gurjit menuturkan hal demikian dikarenakan kecintaannya kepada budaya Indonesia. Hal demikian sama halnya, lanjutnya, pesan yang disamaikan oleh Gandhi kepada masyarakat India yakni untuk mencintai budaya asli bangsa mereka.

Menurut dia, ajaran Gandhi sama halnya dengan ajaran yang terdapat pada Pancasila. Gandhi dalam ajarannya mengajak utuk hidup harmonis kepada sesama dan agar dapat memberikan cinta kepada orang lain setiap harinya yakni berikan kedamaian. “Pancasila mengajarkan kita semua agar hidup harmonis baik dengan diri sendiri maupun orang lain dan juga alam,” tuturnya.

Ketua DPD RI, Irman Gusman yang ditunjuk menyampaikan key-note address mengatakan masyarakat Indonesia harus menjadi agen perubahan untuk dirinya dan masyarakat luas dengan kembali berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan. Nilai-nilai itu, lanjutnya, sebagaimana yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti pemikiran dari Mahatma Gandhi.

Menurut Irman, Mahatma Gandhi telah memberikan sebuah warisan berupa pengetahuan akan nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang dapat digunakan sebagai sebuah standar dalam masyarakat. Menurut dia, saat ini aksi nyata sudah sangat berkurang, karena saat ini banyak orang yang hanya bisa menggurui tanpa memberikan contoh nyata dalam perbuatan baik.

Irman menyayangkan bahwa saat ini masyarakat dan sebagian pejabat sudah tidak malu lagi untuk berbuat kesalahan, dan tidak lagi berpegang teguh dalam nilai-nilai kebenaran dalam perbuatan.”Meskipun diawasi oleh semua orang, kita terkadang dapat menemukan cara untuk berbuat salah. Oleh karena itu kenapa saat ini perbuatan korupsi dapat ditemui dimana-mana dan pemerintah menjadi pusing karenanya, dan hal tersebut juga menyebabkan banyaknya permasalahan di masyarakat,” ujarnya.

Kebobrokan nilai-nilai dalam masyarakat saat ini harus mulai diperbaiki. Setiap masyarakat mempunyai peran penting sebagai agen perubahan untuk membentuk sistem masyarakat yang lebih baik dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan kebenaran.

“Dunia tidak akan berubah menjadi lebih baik sampai setiap diri kita telah berubah menjadi lebih baik,” ujar Irman Gusman.

Share

Video Popular