Menurut hasil penelitian terbaru, bahwa mereka yang kaya dengan intestinal flora atau flora usus, jantungnya akan lebih baik. Hasil penelitian di Belanda ini mendapati bahwa komunitas bakteri dalam saluran pencernaan dapat memengaruhi berat badan, lemak darah dan tingkat kolesterol seseorang, yang akan berpengaruh pada kesehatan jantung.

Medical center di University of Groningen, Belanda, menganalisis data kesehatan terkait terhadap sekitar 900 pria dan wanita yang berusia antara 18 – 80 tahun, termasuk pengukuran berat badan, pengambilan sampel darah untuk mengukur high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”, low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat”, kolesterol total dan tingkat trigliserida, sekaligus menganalisis dan mendeteksi flora usus melalui kotoran mereka. Data referensi terkait juga mencakup makanan, gaya hidup, riwayat medis dan penggunaan obat-obatan dan sebagainya yang dapat berdampak pada jumlah dan jenis flora usus.

Para peneliti terkait mengatakan, bahwa susunan flora usus dapat menafsirkan 4 persen dari perbedaan kadar high-density lipoprotein (HDL), 5 persen dari perbedaan berat badan dan 6 persen dari perbedaan kadar trigliserida. Hasil ini tidak dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin dan faktor genetik

Para peneliti menemukan, bahwa di dalam saluran pencernaan manusia terdapat 34 jenis mikroba, yang dapat memengaruhi berat badan dan kadar lemak darah. Mereka yang flora ususnya beragam, kadar lemak (lipid) dalam darah lemak darah mereka biasanya lebih sehat, artinya jantung mereka lebih sehat.

Fu Jing-yuan, asisten profesor dari The Department of Genetics, University Medical Center Groningen, Belanda, sekaligus penulis utama studi terkait mengatakan, bahwa flora usus bahkan bisa disebut sebagai “jantungnya saluran cerna”. Situasi mikroba usus kemungkinan besar akan menjadi faktor risiko baru dari dislipidemia (kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma).

Temuan penelitian ini akan membantu para ilmuwan dalam studi terapi baru untuk mencegah penyakit jantung. Dengan mengatur flora usus untuk mengontrol lemak tubuh, HDL dan trigliserida penderita, sehingga dengan demikian dapat mengendalikan risiko penyakit jantung. (Jhn/Yant)

Share

Video Popular