JAKARTA – Tuntutan terhadap kejahatan Jiang Zemin sebagai aktor utama penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong hingga saat ini terus menggema. Tak hanya di belahan dunia lainnya seperti di Amerika, Eropa dan negara-negara Asia lainnya terus menggema termasuk tuntutan di beberapa daerah di Indonesia.

Acara parade dan pawai untuk mengungkap kejahatan terhadap praktisi Falun Gong turut digelar di pantai Legian, Denpasar, Bali, Jumat (25/9/2015). Parade yang disambut baik para turis dan pengunjung di kawasan itu, juga membentangkan spanduk seruan penghentian penganiayaan serta tuntutan hukum terhadap kejahatan Jiang Zemin. Mantan sekjen Partai Komunis Tiongkok itu diketahui sebagai aktor penindasan berdarah terhadap Falun Dafa sejak Juli 1999.

Ketua Himpunan Falun Dafa Indonesia, Gatot Machali mengatakan acara ini digelar sebagai tujuan agar masyrakat lebih mengetahui secara luas tentang falun dafa. Dia berharap masyarakat mengenal falun daffa atau falun gong dengan apa adanya tanpa disertai informasi miring yang disebarkan oleh Partai Komunis Tiongkok. “Falun Dafa ini sungguh-sungguh baik tidak seperti berita miring yang disebarkan dari Partai Komunis Tiongkok dan corong medianya,” ujarnya.

Koordinator Lapangan kegiatan di Denpasar, Bali, I Wayan Manuh mengatakan aksi itu digelar sebagai tujuan untuk mengungkap penindasan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok yang dipelopori oleh Jiang Zemin.

Menurut Manuh, parade yang digelar tidak ada bermuatan unsur politik dan membenci suatu negara yakni Tiongkok. Aksi ini, lanjutnya, hanya bermksud untuk mengungkap fakta penindasan dan penganiayaan yang dialami oleh praktisi Falun Gong di Tiongkok.

Manuh menegaskan selama dua tahun terakhir pihaknya terus melakukan petisi untuk menghentikan penindasan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Aksi pengumpulan tandatangan ini selanjutnya akan disampaikan kepada Mahkamah Agung di Tiongkok.

“Kami mengumpulkan dukungan publik bagi pelaporan kejahatan oleh Jiang Zemin terhadap orang-orang yang berlatih Falun Dafa, ini akan kami sampaikan ke Mahkamah Agung di Tiongkok,” ujarnya.

Falun Gong atau Falun Dafa adalah metode latihan yang berlandaskan prinsip Sejati-Baik-Sabar. Latihan Faun Dafa ini juga disertai metode pengolahan jiwa dan raga. Melalui olah raga disertai dengan lima perangkat latihan sedangkan melalui olah jiwa berlandaskan pada prinsip Sejati-baik-sabar.

Latihan Falun Gong yang awalnya diperkenalkan di Tiongkok pada awal 1992 silam selanjutnya semakin populer dan berkembang pesat di Tiongkok hingga menyebar ke seluruh dunia. Hingga kemudian jumlah praktisi yang berlatih terlalu besar mendatangkan reaksi dari pemimpin komunis Tiongkok, Jiang Zemin kala itu.

Hingga kemudian Jiang mencetuskan penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong dengan tiga prinsip yakni “Cemarkan Reputasinya, Bangkrutkan secara Finansial, Hancurkan secara Fisik. Tiga kebijakan tersebut di jenjang bawah untuk memusnahkan Falun Dafa di Tiongkok termasuk penyebaran propoganda keburukan tentang Falun Dafa di seluruh dunia.

Share

Video Popular