Tanpa adanya encephalon (kumpulan pusat saraf otak), seseorang tidak akan dapat bertahan hidup secara normal, ini adalah salah satu konsep dasar dari kedokteran. Namun, baru-baru ini, seorang bocah Anencephaly asal Florida, AS, yang baru merayakan ulang tahun pertamanya itu mematahkan konsep itu.

Melansir laman ABC Action News (30/9) lalu, Jaxon Buell yang berusia 13 bulan sebelumnya oleh dokter setempat dinyatakan sebagai janin mati, yang tidak bisa bertahan hidup setelah lahir. Meskipun bisa bertahan hidup juga akan menjadi buta-tuli, tapi sekarang sudah bisa mengucapkan kata “ibu atau ayah”, dan baru saja merayakan ulang tahunnya.

Brittany, ibu dari Jaxon Buell menuturkan : “Dokter mengatakan kepada kami bahwa Jaxon hanya bisa bertahan hidup selama dua minggu, dua bulan, dua tahun, tapi sekarang, mereka akhirnya mengatakan kepada kami, “Kami (dokter) juga tidak tahu.”

Mukjizat Jaxon 

Laporan terkait mengatakan, Jaxon adalah seorang bocah Anencephaly (suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak bayi tidak terbentuk dengan baik) yang tipikal. Saat Jaxon masih sesosok janin, semua dokter menyarankan kepada ibunya agar menggugurkannya sebelum 23 minggu masa kehamilan, untuk menghindari melahirkan bayi cacat dan mati, karena Jaxon mengidap Microhydranencephaly yang langka dan tidak akan membentuk otak secara sempurna.

Namun, ayah dan ibu Jaxon masih mencoba untuk tegar, tidak mau pasrah begitu saja pada keadaan, dan bersikeras melahirkan anak mereka. Saat lahir pada 27 Agustus 2014 lalu, berat badan Jaxon sekitar 1,8 kg, kedua orangtuanya kemudian membawa Jaxon pulang ke rumah setelah Jaxon menjalani perawatan selama tiga bulan di unit perawatan intensif.

Karena kehilangan sebagian besar otak dan tengkorak, sehingga kepala Jaxon terlihat jauh lebih kecil daripada bayi umumnya, tapi ia bisa bergerak normal, membalikan badan, atau merangkak Selain itu, Jaxon juga sangat gesit, sepasang mata birunya yang indah itu kerap tersenyum pada orang yang melihatnya.

Sebelumnya semua dokter mengatakan hidupnya Jaxon tidak akan lama bertahan, meskipun bisa bertahan juga tidak akan bisa berjalan, berbicara, bahkan tidak tahu rasa lapar. Tapi sekarang, para dokter yang menangani Jaxon tidak lagi mengatakan kata-kata itu, karena keajaiban Jaxon telah mematahkan konsep dasar kedokteran terkait bocah Anencephaly yang hampir tidak akan bisa bertahan hidup.

Diantara sekitar 4.859 bayi di AS, ada satu yang mengalami mal fungsi seperti Jaxon atau menderita Microhydranencephaly, dan meninggal tak lama setelah lahir.

Tidak hanya ada satu Jaxon di dunia

Pada November 2012 lalu, laman “Daily Mail” Inggris menyebutkan bahwa bocah Anencephaly asal Amerika adalah contoh lain dari kejaiban hidup. Meneurut dokter yang menanganinya, Nickolas Coke hanya bisa hidup beberapa jam, namun sang bocah ajaib justru bisa bertahan hidup selama tiga tahun, sehingga mematahkan pengetahuan medis.

Meskipun Nikholas kecil itu tidak dapat berbicara, berjalan atau makan, tapi dia bisa bertahan hidup tanpa bantuan instrumen apa pun, ini adalah keajaiban yang luar biasa, kata dokter.

Dari sisi medis, contoh kasus terkait tidak adanya kumpulan saraf otak, tapi bisa bertahan hidup itu tidak sebatas hanya pada Anencephaly. Pada 10 Juli 2015 lalu, sebuah situs medis mymultiplesclerosis di Inggris menyebutkan, bahwa Sharon Parker, seorang wanita perawat terdaftar di Yorkshire, Inggris, memiliki tiga orang anak, hasil tes IQ mencapai 113. Jika tidak dilakukan pemeriksaan medis, tidak ada yang tahu ia mengidap hidrosefalus (penyakit menumpuknya suatu cairan di dalam otak) parah, isi otaknya kurang dari 10 sampai 15% daripada orang-orang pada umumnya.

Kegaiban hidup yang tak berujung

Jika ditentukan secara neurology, sang perawat Sharon Parker itu seharusnya sesosok orang “bodoh” yang berbicara tidak karuan. Dave, suaminya yang tinggal bersamanya selama 15 tahun itu mengatakan, tidak ada kelainan apa pun dalam keseharian Sharon. Meskipun menurut Sharon pribadi : “Saya merasa sulit untuk mengingat angka-angka, misalnya nomor telepon,”tapi di rumahnya, Sharon bertugas memasukkan invoice suaminya itu ke dalam komputer. Telah berulang kali dokter mengatakan kepada kami, putri Anda tidak akan bertahan hidup hingga dewasa, kata ibu Sharon mengutip pernyataan dokter.

Sehubungan dengan kasus anehnya Sharon itu, ahli bedah saraf Amerika, Mark Luciano mengatakan, tidak mengerti mengapa plastisitas otak (neuroplasticity) bisa sedemikan besar.

Sementara itu, menurut majalah “Biological Theory” yang dirilis pada Juni 2015 lalu, ahli biologi Donald Forsdyke dari Queen’s University mengatakan, bahwa volume, memori dan intelijensi otak manusia itu tidak selalu berhubungan, studi mendalam dari aspek ini akan melebihi ruang lingkup ilmu saraf, dan perlu dikaji dari sisi filosofis.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular