Ilustrasi. Obama (internet)

Oleh Li Dexin

Pejabat berwenang AS menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk mengirim kapal dan pesawat Angkatan Laut ke lokasi pulau yang diklaim oleh Tiongkok sebagai bagian dari wilayah di parairan Laut Selatan. Tujuan patroli AS bertalian dengan upaya Tiongkok mempertinggi frekuensi reklamasi yang patut dicurigai.

Menurut laporan ‘Foreign Policy’ bahwa Obama dan pejabat Pentagon mengatakan akan terus menegakkan prinsip-prinsip rute perairan internasional yang bebas. Armada perang dan pesawat tempur AL-AS akan malakukan patroli di perairan yang berjarak 12 mil laut dari pulau yang sedang gencar direklamasi itu. Namun sampai sekarang, waktu dan rincian berkaitan dengan pelaksanaan patroli belum ada keputusan lebih lanjut..

“Ini bukan masalah jadi atau tidak, tetapi masalah kapan dilakukan,” kata seorang pejabat pertahanan AS.

Pemerintah Tiongkok dalam 2 tahun terakhir ini terus gencar melakukan reklamasi pulau di Laut Selatan yang diklaim miliknya. Di samping itu mendirikan 7 buah stasiun pengawas militer di perairan Laut Selatan. Meskipun Obama berharap penyelesaian masalah reklamasi dan sengketa wilayah dapat dilakukan lewat upaya diplomatik, tetapi menemukan upaya tersebut kurang efektif.

Konvensi Hukum Laut PBB tidak mengakui pengembangan wilayah lewat reklamasi. Beijing juga salah satu yang menendatangani perjanjian tersebut. Namun Tiongkok sendiri justru mengeluarkan pernyataan yang mengklaim memiliki kedaulatan atas 12 mil perairan di sekitar pulau yang mereka reklamasi. Namun negara tetangga Tiongkok termasuk AS menolak untuk mengakuinya.

Pihak AS mengatakan, mereka menyadari bahwa pelebaran luas jangkauan patroli oleh AS bisa menyebabkan armada perang dan pesawat tempur kedua negara lebih mudah bersinggungan, menyulut peningkatan konflik serta mengintensifkan ketegangan di Laut Selatan.

Tetapi pejabat AS berpendapat bahwa kalau tidak melakukan patroli di sekitar pulau reklamasi itu, maka Beijing mungkin saja berpikir keliru yang menganggap bahwa AS jangan-jangan sudah menerima klaim teritorial mereka.

Sebagai negara yang memiliki kekuatan ‘Maritime Self-Defense Forces’, Tiongkok juga mempekerjakan banyak kapal nelayan di Laut Selatan, sehingga akan cukup menyulitkan kapal perang AS untuk berpatroli di wilayah itu.

AS terus menekankan bahwa mereka akan bersikap netral dalam masalah penyelesaian sengketa teritorial di Laut Selatan antara Tiongkok dengan negara tetangga, tetapi AS menemukan bahwa Tiongkok dengan sengaja mendirikan stasiun pengawas militer dan penempatan anggota militernya di pulau-pulau karang, terumbu yang disengketan dengan tujuan untuk memaksa negara tetangga melepas klaim atas pulau-pulau itu. AS menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut.

Pejabat Pertahanan AS dan Tiongkok baru-baru ini telah menyepakati tata cara lalu lintas kapal laut. Pada saat lawatan Xi Jinping ke AS akhir September lalu, antara Tiongkok dengan Amerika juga telah menandatangani MOU tentang aturan pengoperasian pesawat kedua negara ketika terbang dalam jarak dekat. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular