Kesuksesan pendidikan anak-anak tidak tergantung di sekolah saja, orangtua juga berperan akan kesuksesan pendidikan anak. Beberapa ahli parenting menyarankan bahwa orangtua dapat membantu anak-anak membangun seperangkat metode pembelajaran bagi mereka, untuk mengurangi dan mengatasi tekanan belajarnya.

Theresa Mitchell Dudley, presiden Prince George’s County Education Association, AS, merekomendasikan kepada para orangtua, “Bantulah anak-anak Anda menyusun perencanaan, sehingga dengan demikian bisa membuat mereka merasa agak santai terhadap hal-hal yang harus dikerjakan setiap hari.”

Yang direkomendasikan Dudley dan para ahli pendidikan lain dalam mengatasi tekanan (belajar) adalah:

  • Malam sebelumnya, siapkan seragam yang akan dipakai pada keesokanya.
  • Sebelum tidur, siapkan atau masukkan keperluan sekolah dan PR yang akan dibawa keesokannya.
  • Menjelang waktu tidur yang telah ditentukan, sebaiknya singkirkan perangkat elektronik (letakkan di suatu tempat, jauhi tempat tidur).

Dudley mengatakan “Ketika anak-anak berangkat ke sekolah di pagi hari, Anda pasti tidak ingin melihat kepala mereka terayun-ayun mengantuk di atas meja kelas karena lelah bermain game sampai jam 2 dini hari, bukan.”

Bagaimana menjadikan PR itu agar terasa jauh lebih santai :

  • Mengatur waktu yang ditentukan untuk mengerjakan PR.
  • Menetapkan tempat khusus untuk mengerjakan PR.
  • Pilih tempat yang bebas gangguan saat mengerjakan PR.
  • Tempat untuk mengerjakan PR, sebaiknya memiliki cahaya yang baik.
  • Letakkan barang-barang keperluan sekolah di laci atau rak khusus.

Di antara tugas atau kegiatan di sekolah dan tugas-tugas baru, sebaiknya ada rentang waktu untuk beristirahat, ini diperlukan untuk memberikan waktu istirahat yang sehat bagi otak anak-anak yang masih muda.

Ketika anak-anak menemui mata pelajaran yang sulit, dan merasa frustrasi atau putus asa, Anda selaku orangtua yang bijak bisa membacakan cerita tentang tokoh atau sosok orang terkenal yang tegar pantang menyerah untuk memotivasi/ menyemangati anak-anak, hal ini dimaksudkan untuk membantu anak-anak agar tetap tegar dan tidak menyerah.

“Bacakan atau ceritakan pada anak-anak contoh cerita/kisah tentang orang-orang terkenal yang teguh pada keyakinannya,” pungkas Dudley

Sebelum menjadi Presiden AS, Abraham Lincoln pernah mengalami kekecewaan berat, kegagalan demi kegagalan, pernah mengalami gangguan saraf, pernah gagal dalam pemilu atau kandidat sebagai pejabat setempat, gagal sebagai legislator negara bagian, dan pernah dikalahkan sebagai anggota parlemen federal, selain itu juga pernah dua kali dikalahkan saat dalam pemilian Anggota Dewan Federal AS, tapi beliau tidak pernah menyerah, hingga mengantarnya menjadi Presiden AS ke -16.

Dudley juga percaya pada kekuatan cinta, kasih sayang dan kekuatan atas dorongan semangat. Jadi, saat mengantar anak-anak ke sekolah di pagi hari, jangan lupa untuk mengatakan ayah/ibu mencintai kalian.(Jhn/Yant

Share

Video Popular