Jack yang bekerja di sebuah perusahaan karena kemampuan kerja baik, memiliki kinerja yang luar biasa, sehingga dia dipromosikan menjadi wakil direktur. Setelah dia dipromosikan menjadi wakil direktur, dia selalu menjunjung tinggi gaya kerja yang serius, tidak hanya sering membuat beberapa rekomendasi kepada direktur, dan bahkan terhadap unit kerja yang tidak bekerja dengan baik atau tidak sesuai dengan prosedur kerja, dia berani menegur dan mengatur. Meskipun direktur berulang kali menyetujui perbuatannya yang tegas, tapi seiring waktu, dia menemukan direktur tidak hanya tidak menyukai nasihatnya, malahan bawahan sering mengabaikan hal-hal yang diperintahkannya, hal tersebut membuatnya sangat tidak berdaya.

Pada suatu ketika, direktur pergi ke luar negeri, mendelegasikan tugas kepadanya. Selama periode ini, ada beberapa kasus penting yang harus membuat keputusan, segera dia mengambil tindakan terhadap kasus. Meskipun beberapa eksekutif percaya bahwa pendapat direktur mungkin akan berbeda, ia diberi nasihat agar untuk hal yang sagnat penting setelah direktur pulang baru membuat keputusan, tapi Jack berpikir hal yang benar harus segera dilakukan untuk menghindari keterlambatan waktu. Setelah direktur kembali, sang direktur tidak mengatakan apa-apa di permukaan, tetapi terhadap kasus yang diputuskan oleh Jack, ia melakukan perombakan besar-besaran.

Pada suatu hari, dia mengobrol dengan beberapa temannya, mengeluh bahwa dia sudah berdedikasi dengan segala kemampuannya, tetapi tidak mendapat perhatian. Teman menyarankan dan mengatakan: “Wakil direktur!, wakil direktur! baca koran, mengobrol, berkunjung ke segala departeman hanya untuk duduk saja”, yang berarti sebagai wakil direktur sama sekali tidak ada wewenang dan kekuasaan, selain kekuasaan atau wewenang yang diberikan direktur, kebanyakan tugas wakil direktur adalah membantu direktur mengkoordinasikan bagian manajeman internal, cobalah untuk tidak mengambil keputusan sendiri, jika tidak dalam keadaan genting akan menjadi senjata makan tuan, cepat atau lambat akan melakukan kesalahan.

Setiap kantor masing-masing memiliki portofolio khusus mereka sendiri, masing-masing departemen harus mengikuti peraturan tersebut, dan masing-masing memiliki “tanggung jawab” mereka sendiri. Memerankan peran yang jelas, maka tidak akan terjadi masalah, jika memerintah di luar dari jabatan dan lingkup kerja sendiri, maka suatu ketika pasti akan timbul masalah.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular