Anda pasti tidak asing lagi dengan lemak jenuh, lemak trans. Jika pernah mendengar nama mereka, itu pasti karena lemak jahat mereka dapat merusak fungsi jantung. Lemak jenuh dan minyak terhidrogenasi parsial dapat menghasilkan lebih banyak kolesterol, dan mendorong pembentukan plak lebih, tersumbat dalam pembuluh darah yang mengalir ke otak dan jantung, menghambat sirkulasi aliran darah.

Jika Anda biasanya makan lemak jahat ini, kadar kolesterol Anda pasti akan naik. Hasil penelitian menyebutkan, bahwa kolesterol tinggi juga rentan memicu penyakit Alzheimer. Mereka yang kadar kolesterol totalnya kurang dari dua ratus miligram / desiliter dibandingkan dengan mereka yang kadar kolesterol totalnya sekitar 220 miligram / desiliter, tentu saja yang terakhir ini lebih berbahaya, tidak hanya rentan terkena serangan penyakit jantung, tetapi juga akan memicu serangan Alzheimer, dengan rasio serangan penyakit di atas sekitar 25%. Jika kadar kolesterol total Anda berkisar 250 miligram / desiliter atas dan bawah, maka rasio terserang Alzheimer lebih dari 50%.

Data-data terkait ini diperoleh dari 19,844 anggota Kaiser Permanente California, AS, di awal 40 tahun usia mereka, telah menjalani pelacakan pengukuran kolesterol. Dan hasilnya ditemukan, bahwa pada orang paruh baya dengan kolesterol tinggi, dimana setelah 20 sampai 30 tahun kemudian, risiko mengidap Alzheimer secara relatif meningkat.

Komunitas medis mengira bahwa kolesterol dalam darah tidak ada kaitannya dengan kolesterol dalam otak, namun, bagaimanapun juga, otak itu sendiri bisa menghasilkan kolesterol. Tapi sekarang mereka tetap skeptis. Mereka mengurai satu persatu, dengan maksud ingin mengetahui mengapa lemak dan kolesterol dapat menyebabkan penyakit jantung, dan juga menyebabkan lesi otak.

Bagaimana cara melihat kadar kolesterol ?

Kolesterol tinggi menandakan Anda berisiko tinggi penyakit Alzheimer. Berikut lampirkan cara menafsirkan pengujian terkait.

● Total kadar kolesterol : Merespresentatifkan semua jenis kolesterol. Sebagian besar sarjana mengatakan, total kadar kolesterol sebaiknya di bawah 200 miligram / desiliter (5,2 milimol / liter). Namun, demi keamanan, sejumlah dokter akan menganjurkan sebaiknya pertahankan di bawah kisaran 150 mg / desiliter (3,9 milimol / liter).

● LDL (Low Density Lipoprotein) atau Lipoprotein Densitas Rendah : Dikenal juga sebagai kolesterol jahat, yang akan mempercepat pembentukan plak. Sebaiknya kurang dari 100 miligram / desiliter (2,6 milimol / liter), sejumlah dokter akan menyarankan jangan lebih dari 80 miligram / desiliter (2,1 milimol / liter).

● HDL (High Density Lipoprotein) atau Lipoprotein Densitas Tinggi : Adalah kolesterol baik, karena ia (kolesterol baik) membawa kolesterol berbahaya dari arteri dan membantu melindungi dari serangan jantung dan stroke. Kadar HDL untuk pria dianjurkan di atas kisaran 45 mg / desiliter (1,2 milimol / liter), sementara untuk wanita dianjurkan di atas 55 mg / desiliter (1,4 milimol / liter). Namun, apabila Anda mengonsumsi makanan bening (rendah garam, gula, lemak, kolesterol), sementara total kadar kolesterol sangat rendah (yaitu kurang dari 150 miligram / desiliter) dan kadar kolesterol baik-nya juga sangat rendah, hal ini tidak menjadi masalah, karena bagaimanapun juga fungsinya (kolesterol baik) itu membawa pergi kolesterol jahat, jadi jika kolesterol dalam darah itu memang sedikit, dan kolesterol baik juga jauh lebih sedikit, hal ini tergolong normal.

● Trigliserida : Ini adalah molekul lemak yang halus dalam darah, nilai numerik sebaiknya kurang dari 150 mg / desiliter (1,7 milimol / liter). (Jhn/Yant)

Share
Tag: Kategori: KESEHATAN

Video Popular