Bagi yang menderita miopia atau rabun jauh (kondisi dimana seseorang dapat melihat objek yang dekat namun penglihatan jarak jauh kurang baik) dipastikan iri dengan keseharian mereka yang memiliki penglihatan normal, karena sepanjang hari harus memakai kacamata yang tebal, sungguh tidak nyaman dan sangat mengganggu. Namun, sebuah teknologi baru akan benar-benar mengembalikan penglihatan orang-orang ini, bahkan tiga kali jauh lebih baik daripada penglihatan normal, mungkin sudah saatnya menyingkirkan lensa kontak dan kacamata pada umumnya.

Seorang dokter optometri di British Columbia, Kanada, seperti dilansir laman “Business Insider”(22/5) lalu, menciptakan lensa mata buatan yang dapat memperbaiki penglihatan hingga 3 kali jauh lebih jelas daripada penglihatan normal, sehingga tidak perlu lagi memakai lensa kontak atau kacamata pada umumnya. Temuan baru ini akan membuat orang-orang menyingkirkan pemakaian kacamata yang mengganggu penglihatan.

Lensa  Mata Bionik
Garth Webb adalah CEO sekaligus penemu teknologi Ocumetics, baru-baru ini, Webb dan tim risetnya menciptakan sebuah “Ocumetics Bionic Lens” atau “lensa mata bionik Ocumetics”. (Video screenshot)

Laman “Business Insider” menyebutkan, seorang dokter optometri di British Columbia, Kanada, yakni Garth Webb dan tim risetnya menciptakan sebuah “Ocumetics Bionic Lens” atau “lensa mata bionic”. Garth Webb, adalah penemu dan pendiri sekaligus CEO teknologi Ocumetics, yang menghabiskan waktu selama delapan tahun penelitian, dengan menelan biaya sekitar 300,000 dolar AS, dan mengajukan sejumlah paten internasional.

Menurut informasi dari situs resmi Ocumetics, hanya diperlukan waktu 8 menit operasi tanpa rasa sakit untuk menanamkan lensa mata bionik itu ke dalam mata. Cara kerjanya mirip dengan operasi katarak, cukup hanya dengan menanamkan lensa mata bionik ke mata menggantikan lensa mata yang biasa dipakai. Jadi, bisa melalui  klinik umum dan biasa saja, tidak perlu proses anestesi/pembiusan apa pun atau rawat inap.

Adapun mengenai bentuk dari “Ocumetics Bionic Lens” atau “lensa mata bionik” itu berupa sebuah taco mini, setelah ditanamkan ke dalam mata, kemudian dibilas dengan larutan garam fisiologis, dan sekitar sepuluh detik kemudian, lensa mata bionik akan menyebar ke segenap bola mata, setelah itu panglihatan pun dapat segera diperbaiki.

Menurut keterangan Webb, teknologi lensa mata bionik ini sangat aman dan tidak akan menyebabkan perubahan sifat biologis mata. Siapapun yang menanamkan lensa mata bionik ini tidak akan menderita katarak, karena lensa mata manusia akan menua secara alami, sehingga sangat cocok untuk ditanamkan lensa mata bionik ini pada mereka yang menjalani operasi katarak.

Operasi ini juga jauh lebih aman dibanding bedah laser, karena tidak akan menyebabkan silau pada mata atau gangguan buruknya penglihatan di malam hari, selain itu juga tidak akan membuat miopia semakin parah seiring dengan berjalannya waktu.

Temuan terkait dari perusahaan tersebut telah ditunjukkan kepada 14 dokter terkemuka, dokter spesialis katarak dan dokter mata dalam bidang bedah refraktif pada pertengahan April 2015 lalu di Kanada. Namun, sebelum teknologi tersebut diratifikasi oleh pemerintah Kanada dan pemerintah negara lainnya, masih harus diuji cobakan pada hewan, kemudian baru diuji cobakan pada orang buta.

Perusahaan terkait memperkirakan bahwa lensa mata bionik Ocumetics pertama paling cepat akan diluncurkan secara resmi pada tahun 2017 mendatang, tapi lensa mata bionik ini hanya cocok untuk orang dewasa yang berusia di atas 25 tahun, karena mereka yang berusia di atas itu, struktur matanya telah sepenuhnya matang. (jon/ran)

Share

Video Popular