Keterangan Foto : Kabut asap yang terjadi di Siak, Riau, Senin, 5 Oktober 2015.  (AP Foto)

JAKARTA – Selama dua bulan terakhir kabut asap masih menyelimuti Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Kabut asap yang diakibatkan pembakaran hutan dan lahan itu hingga kini tak kunjung tertangani secara menyeluruh. Bahkan korban tewas terus berjatuhan, tak hanya itu korban ISPA juga terus bertambah hingga mencapai 50 ribu orang.

Nabila Julia Rahmadani (15 bulan) menjadi korban keganasan kabut asap di Sumatera. Melansir dari jambiindependent balita dari pasangan Ahmad dan Nur Khomariah warga di Lorong Sumber Rejo RT 08 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi menghembuskan nafas terakhir akibat menghirup udara yang buruk.

Sebelumnya, sang ibu membuat status di akun facebooknya bersama foto bayinya yang meninggal dunia akibat kabut asap. Tentunya saja kejadian ini sempat menghebohkan dunia sosial media di Indonesia. Beragam kata simpatik datang dari masyarakat serta kritikan kepada upaya pemerintah tak kunjung kuasa menghadapi kabut asap.

Kisah pilu kematian Nabila ini diketahui bermula dari postingan akun Rhia Moorlife Jambi yang tak lain adalah ibu Nabila. Dalam postingan itu, menyatakan bahwa anaknya meninggal akibat efek buruk kabut asap yang mendera di Kota Jambi. Sang balita sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit, namun ketiadaan biaya Nabila dibawa ke rumah dan meninggal dunia.

“Cukup anak hamba ya Allah yang jdi korban akibat asap yang tak kunjung berhenti, jangan lagi ada korban yang lain. Sesak nafas, batuk, pilek, akibat kabut asap dari orang orang yang tidak bertanggung jawab,” demikian statusnya yang dibuat sang ibu dengan kondisi anaknya yang wafat. Namun demikian, postingan itu tak bisa diakses dan lenyap di dunia maya.

Kabut asap yang terjadi di Kuala Lumpur, Malaysia 14 September 2015 . (AP /Joshua Paul)

Muhanum Anggriawati (12) putri kesayangan pasangan Musriati dan Mukhlis turut menjadi korban kabut asap yang kiat pekat di Riau. Warga Kelurahan Kulim, Pekanbaru, Riau harus merelakan kepergian anak sulungnya. Meski demikian, sang ibu berusaha untuk sabar menerima kenyataan ini. Dia berharap kejadian ini tak menimpa masyarakat lainnya.

Berdasarkan penuturan sang ibu, Hanum awalnya menderita batuk parah lebih dari seminggu. Tak hanya batuk, anaknya juga mengalami sesak nafas beberapa waktu kemudian. Kejadian ini hampir serupa dialami tahun lalu, namun kali ini kabut asap yang menyelimuti Riau lebih parah dari tahun sebelumnya.

Mengutip laporan dari media di Pekanbaru, korban akibat ISPA di Riau sudah mencapai 54.135 jiwa. Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat korban itu akibat polusi asap yang terjadi di berbagai wilayah di Riau. Secara rinci, penyakit paling banyak adalah infeksi saluran pernafasan atas sebanyak 44.960 orang, iritasi mata 2.753, Asma 2.064, Pnemumonia 769 dan panyakit lainnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat, kabut asap secara menyeluruh terdapat pada 12 Kabupaten dan Kota di Riau. Sedangkan korban terbanyak terbanyak di Kota Pekanbaru. Dinas Kesehatan sudah menyiapkan Puskesmas Keliling untuk mengatasi merebaknya penyakit ISPA. Tak hanya itu, pihak perusahaan juga diharapkan ikut terlibat dalam mengatasi bencana asap yang kian berbahaya di Riau.

Tak hanya di Sumatera dan Kalimantan, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan turut menyelimuti Singapura, Malaysia dan Thailand. Singapura pun berang kepada pemerintah Indonesia akibat kabut asap yang tak terangani dengan baik. Kabut asap di Malaysia sudah memaksa 7.000 sekolah tutup dan 4 juta siswa harus tinggal di rumah.

Share

Video Popular