Keterangan foto: Laksamana Muda PKT Zhang Zhaozhong sebagai komentator militer di stasiun TV pusat CCTV, dikenal masyarakat sebagai “siapa yang didukung Zhao, dia yang akan mati”. Nama-nama diktator yang “mati karena dukungannya” antara lain Saddam Husein, Milosevic, Khadafi, dan lain-lain. (Foto internet)

Oleh: Li Jing

Rusia belakangan ini terus melakukan serangan udara terhadap kaum oposisi Suriah sebagai sasaran. Di saat yang sama, media corong Partai Komunis Tiongkok/ PKT memperkuat propaganda mendukung Rusia mengirim pasukan ke Suriah. Sebelumnya komentator militer di CCTV bernama Zhang Zhaozhong pernah membuat “prediksi tepat” mengenai akankah Rusia mengirim pasukan menyerang Suriah.

Rusia Serang Suriah, ”Zhang Zhaozhong lagilagi “menebak tepat”

Tanpa mengindahkan tentangan dari AS maupun Uni Eropa, selama beberapa hari Rusia terus melakukan serangan udara terhadap kaum oposisi Suriah. Menurut berita, serangan udara yang dilakukan Rusia terhadap Suriah hanya 5% yang ditujukan pada militan ISIS, selebihnya justru diarahkan pada kaum oposisi Tentara Pembebasan Suriah yang sedang melawan rezim Assad dan banyak “menewaskan rakyat”.

Pada 4 Oktober 2015, mengutip berita dari Rusia dengan judul “Rusia Akan Terus Gempur ISIS Sebagai Kritik Terhadap Sekutu AS Hanya Bicara Tanpa Tindakan”. Situs kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa Rusia akan memperkuat serangan terhadap organisasi ekstrimis ISIS di wilayah Suriah.

Mengapa Rusia memperkuat intervensinya dalam krisis Suriah, artikel dari kantor berita Xinhua sebelumnya menyebutkan, kekuatan pemerintah Suriah sangat minim, dan sangat tertekan di banyak garis peperangan. Sedangkan aliansi serangan udara yang diprakarsai AS tidak begitu berdampak. Maka Rusia berusaha mempertahankan kepentingannya di Suriah.

Baru-baru ini PKT memperkuat propaganda mendukung Rusia mengirim pasukannya menyerang Suriah, selain mendukung “tindakan Rusia di Suriah adalah untuk melindungi warganya agar tidak terancam teroris”, media PKT juga menyindir “kepemimpinan” AS di seluruh dunia mendapat tantangan.

Akan tetapi dalam acara di CCTV yang berjudul “Defense Watch” sebelumnya, terhadap sikap hati-hati AS dalam hal memerangi ISIS, dan peran yang akan dimainkan oleh Rusia terhadap Suriah, seorang komentator dari CCTV bernama Zhang Zhaozhong pernah memprediksi: “Rusia tidak akan mengirim pasukan ke Suriah.”

Menurut Zhang Zhaozhong, Rusia dulunya adalah negara besar yang pernah berhadapan dengan AS di masa Uni Soviet dulu, sekarang berbagai aspek kehidupan di Rusia seperti ekonomi dan lain-lain tidak mampu bersaing dengan AS. Dari sikapnya sekarang ini, Rusia masih menganggap dirinya sebagai negara besar di dunia, bahkan masih merasa dirinya setara dengan Amerika.

“Tapi, baik dalam hal kekuatan ekonomi maupun kekuatan militer Rusia sudah payah, jadi kita tidak akan lagi bisa melihat sikap keras Rusia seperti Uni Soviet pada masa perang dingin dulu. Rusia mengirim pasukan ke Suriah, membantu Suriah untuk berperang, sudah tidak mungkin lagi,” kata Zhang.

Setelah Rusia menyerang ISIS di Suriah baru-baru ini, “prediksi” Zhang Zhaozhong itu terungkap dan menjadi topik pembicaraan netter Tiongkok. Ada netter yang menyindir, “Lagi-lagi ramalan dari Kepala Biro Ramalan Strategi benar lagi, Rusia menunggu Laksamana Zhang begitu pensiun lalu akan menyerang Suriah.”

Laksamana Zhang Zhaozhong pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Departemen Riset Teknologi dan Perlengkapan Militer serta logistik militer di National Defense University PKT. Sejak menjabat sebagai komentator militer “kehormatan” di CCTV, Zhang Zhaozhong terkenal dengan sebutan “siapa yang didukungnya, akan mati”. Dan para diktator yang “mati karena dukungannya” antara lain adalah Saddam Husein, Milosevic, Khadafi, dan lain-lain.

Perang Teluk, Perang Kosovo, Perang Afganistan, Perang Irak, juga Uni Eropa membantu rakyat Libya menggulingkan diktator, serta peristiwa roket oleh Kim Jong-Un untuk dipamerkan disaat naik ‘tahta’, Zhang Zhaozhong selalu berpihak pada para diktator, memuji dan mengagungkan diktator yang berkuasa, tapi akhirnya yang terjadi selalu sebaliknya.

Media Corong PKT Terang-Terangan Dukung Organisasi Teroris

Sebelumnya Presiden Obama bersikap hati-hati dalam masalah membasmi teroris dan menumpas organisasi ekstrimis ISIS, media corong PKT mendukung AS untuk menyerang ISIS.

Tapi ketika tahun lalu AS bersekutu dengan banyak negara dan mengajak Beijing menumpas ISIS, media PKT justru berubah sikap dengan menulis artikel yang mengisyaratkan bahwa ISIS adalah “rezim yang sah”.

Surat kabar ofisial PKT “Global Times” menyebutkan, “ISIS menguasai pengadilan, bank, air, listrik dan lain-lain. Oleh karena itu, apakah ISIS merupakan organisasi teroris yang kejam? Sangat sulit untuk ditentukan.”

Bahkan menyatakan bahwa tindakan AS memprakarsai pemberantasan teroris tersebut sarat dengan “kepentingan pribadi”, dan PKT tidak akan menyulut api untuk membakar diri. Pernyataan media PKT yang secara terbuka memuji ISIS, telah memicu kecaman dan kritik dari para netter, yang tidak sedikit menuding PKT tidak ada bedanya dengan ISIS, keduanya tidak memiliki legalitas. (sud/whs/rmat)

 

 

Share

Video Popular