ISTANBUL – Menyoroti perlambatan ekonomi serta peningkatan hambatan perdagangan dan investasi global, Indonesia, Uni Eropa (UE), dan Spanyol sepakat untuk terus meningkatkan kinerja perdagangan dan investasi. Kesepakatan ini tercapai pada pertemuan bilateral yang dilakukan secara terpisah di sela-sela pertemuan G20-Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Global Forum on International Investment di Turki, Selasa lalu (6/10/2015).

Pertemuan antara Menteri Perdagangan RI Thomas Lembong dan EU Trade Commissioner, Cecilia Malmstrom merupakan tindak lanjut atas hasil pembahasan scoping paper yang dilakukan tim teknis di Bali baru-baru ini.

Malmstrom menyampaikan bahwa Uni Eropa sangat memperhatikan isu-isu seperti akses pasar, pelayanan, public procurement, dan tarif. Isu -isu ini sama pentingnya dengan isu geograp hical indicators, lingkungan hidup,dan lain-lain. Namun,sebelum memasuki tahap negosiasi, kedua belah pihak diharapkan menyepakati the level of ambition dan memahami target/capaiannya. ”

“UE menyambut baik dimulainya kembali proses perundingan. Kami sependapat dan memahami bahwa proses tersebut memerlukan koordinasi dan konsolidasi internal yang membutuhkan waktu,” kata Mendag Thomas dalam siaran pers Kementerian Perdagangan.

Mendag Thomas juga memastikan akan melakukan berbagai upaya agar kepentingan nasional benar-benar dapat Terakomodasi dalam proses persiapan negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Sementara itu, pada pertemuan bilateral antara Mendag Thomas dengan Wamendag Spanyol, Jaime Garcia Legaz, pemerintah Spanyol meminta dukungan Kemendag demi keberhasilan business Ivent yang akan diadakan pada 24-26 November 2015 mendatang di Jakarta. Kegiatan Tersebut akan dihadiri 30 pelaku usaha yang umumnya bergerak di bidang pengembangan infrastruktur.

Diharapkan pelaku usaha Spanyol dapat melakukan temu bisnis dengan mitra potensial di Indonesia. Legaz juga berharap agar Indonesia meninjau ulang keputusan terkait terminasi kesepakatan perlindungan investasi (bilateral investment treaty) kedua negara. Selain itu, Spanyol juga meminta Indonesia untuk mempertimbangkan penerapan standar nasional untuk produk keramik

“Peraturan tersebut dirasamenyulitkan meski Spanyol merupakan salah satu eksportir keramik dunia dan siap untuk menjalani proses pengujian produk,” jelas Mendag Thomas. Mendag Thomas mengaku akan berupaya maksimal untuk dapat membantu masalah-masalah Spanyol di Indonesia agar kinerja perdagangan dan investasi Spanyol di Indonesia makin meningkat.

Share

Video Popular