Ilustrasi Sapi (Foto: West Australian)

JAKARTA – Pemerintah Australia menyatakan mendukung program swasembada sapi yang dijalankan Indonesia. Langkah ini juga menjadi bagian kerjasama ekonomi Indonesia dan Australia dalam bidang pangan yang akan terus ditingkatkan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani saat bertemu Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia, Barnaby Joyce yang berkunjung ke BKPM, pekan lalu menyatakan beberapa hal yang menjadi concern Pemerintah terkait dengan pasokan sapi, gula dan jagung. Pemerintah mencanangkan program swasembada sapi dengan Australia sebagai salah satu negara utama pemasok ternak sapi hidup dan daging sapi ke Indonesia.

“Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan di Australia pada bulan Agustus yang lalu yang menghasilkan kesepakatan mendukung program kemitraan dalam hal program pembiakan sapi, peningkatan kapasitas SDM Indonesia untuk peternakan sapi dan pertukaran pengetahuan,” ujar Franky dalam rilisnya di Jakarta dikutip, Senin (12/10/2015).

Menteri Perrtannian dan SDA Australia Barnaby menyampaikan bahwa pihaknya siap membantu Indonesia dalam mewujudkan program swasembada sapi tersebut. “Australia dapat berperan dalam bidang riset genetik dan pengembangan breeding. Asalkan diberikan waktu yang cukup, maka kami siap mendukung program pemerintah Indonesia,” papar Barnaby.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, Himawan Hariyoga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia merencanakan untuk mengalokasikan lahan seluas 1 juta hektar untuk pengembangan peternakan sapi di Indonesia. “Dari hitungan pakar di pihak kami, untuk mendukung program swasembada sapi dibutuhkan sapi indukan sebanyak 450 ribu ekor,” kata Himawan.

Selain dukungan pengembangan swasembada sapi, dalam pertemuan tersebut Franky juga menyinggung tindak lanjut minat investasi dari sepuluh investor Australia yang sudah melakukan pertemuan one-on-one dengan pihak BKPM saat kegiatan pemasaran investasi di Australia, Agustus lalu. Selain itu, Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb juga akan memimpin delegasi 250 pengusaha Australia untuk berkunjung ke Indonesia pada tanggal 17-21 November 2015.

Sebagaimana diketahui saat kegiatan marketing investasi di Australia, Agustus yang lalu, BKPM menerima komitmen investasi senilai US$652 juta dari sepuluh perusahaan yang bergerak di sektor industri galangan kapal, industri kimia, sektor migas dan fasilitas kepelabuhanan.

Share

Video Popular