Masa kanak – kanak adalah masa anak untuk mempelajari banyak hal dalam kehidupannya. ini tentunya butuh banyak kesabaran dan bimbingan dari kedua orangtuanya. Diantaranya dalam hal mengatasi kecemasan dan ketakutan anak terhadap sesuatu, yang sering menimbulkan kewalahan bagi orangtua untuk mengatasinya.

Berikut ada beberapa saran dari dr. Morgyn Beckman, seorang psikiatri anak yang di kutip dari parenting.com dapat Anda jadikan pedoman.

Jangan menekankan masalah

Jika Anda tidak terbiasa mengatasi kecemasan, maka Anda mungkin terbiasa memaksakan anak untuk menghadapi ketakutan. Yang terbaik adalah membiarkan dia melakukannya sendiri secara alami, tanpa batas waktu.

Jika Anda memberi kesempatan pada anak untuk menghilangkan rasa takut / cemasnya secara perlahan –lahan, maka Dia sendiri mungkin akan lebih bersemangat untuk melawan rasa takutnya dan akhirnya benar – benar dapat mengatasinya sendiri.

Mengambil langkah-langkah kecil

Dr. Beckman menyarankan secara perlahan membangun sedikit rasa rasa percaya diri pada anak. Sebagai contoh, jika anak Anda takut pada kolam besar, berenang tentu akan menimbulkan rasa takut dan trauma yang besar.

Anda dapat memulainya dengan hanya mengusap/ mencuci wajah anak Anda dalam bak mandinya atau “mendayung” dalam bak mandi.

Selain itu,Anda juga dapat membuat setiap langkah menjadi menyenangkan dengan mengubahnya menjadi sebuah permainan. Seperti berapa lama waktunya ia dapat menahan nafas di dalam air dan keluar dari bak mandinya.

Kemudian di bawah air pancuran, lalu di kolam kiddie atau bak mandi, dan seterusnya sampai dia siap untuk berenang dalam kolam yang besar.

Dengan berpartisipasi dalam permainan bersama dengan anak Anda ini, dapat membantu unutk menambah kepercayaan juga menunjukkan kepadanya, bahwa itu adalah aman dan tidak menakutkan.

Jangan meremehkan ketakuan anak Anda

Perlu diingat, bahwa sesuatu yang tidak menakutkan bagi orang dewasa, tidak berarti anak kecil juga tidak akan takut juga.

Cobalah berbagi cerita dengan anak tentang pengalaman pribadi Anda, bagaimana cara menghadapi ketakutan dan mengatasinya. Menjelaskan ketakutan secara alami pada anak Anda, merupakan langkah penting dalam mengatasi ketakutan yang ada pada diri anak.

Mendengarkan

Beri kesempatan pada anak Anda untuk mengungkapkan dan menceritakan ketakutannya. Terkadang, rasa takut dari anak ini tidak seperti gambaran / anggapan yang kita pikirkan sendiri.

Sebagai contoh : Mungkin anak Anda takut pada serangga yang dapat terbang dan bukannya takut pada lebah. Dan jika Anda mengambil kesimpulan sendiri, tanpa berusaha mendengarkan cerita dari anak, maka Anda tidak akan pernah mengetahui apa yang ditakutkan dari anak Anda.

Dr. Beckman menyarankan: “Mengidentifikasi pikiran, atau kesadaran, di balik ketakutan yang ada.”

Misalnya, anak yang takut berenang akan berpikir.”Saya akan tenggelam jika saya mencoba untuk berenang.” Setelah Anda mengetahui pikiran itu, Anda dapat membantu anak mencari jalan keluar dari traumanya.

Kemampuan penanggulangan

Teknik menenangkan rasa cemas pada anak adalah “pernafasan perut”. Untuk memulai, Anda dapat coba sedikit berbohong, dengan berpura – pura ada sesuatu di perutnya, atau memintanya terlentang dan meletakkan sesuatu benda kecil / boneka kecil di diperutnya.

Mintalah dia untuk bernafas dengan perutnya. Hal ini disebut pernafasan diafragma, dan membantu anak Anda untuk memperlambat pernafasan dan fokus pada sesuatu yang lain.

Setelah ia telah terbiasa melakukan pernafasan ini, Anda dapat meminta dia melakukannya saat Anda sedang memegang dia dalam kolam renang atau mendorong dia melakukannya sendiri ketika merasa cemas atau takut.

Juga, dapat menggunakan imajinasi anak Anda sebagai alat yang ampuh. Jika ia harus berpura-pura menyelam sehingga dapat mengambil fokus dari rasa takutnya.

Rayakan keberhasilan kecil

Anda disarankan sebaiknya dapat membuat sebuah kejutan kecil dan merayakan keberhasilan dari usaha anak Anda dalam melewati rasa takut yang dideritanya.

Hal ini bermanfaat sebagai pendorong semangat bagi anak Anda, sehingga dia akan merasa bahagia dan merasa dihargai usahanya oleh kedua orangtuanya. Dan juga dapat menambah keyakinan pada anak Anda,untuk melewati rasa takut pada hal lain dalam keadaan dan kondisi lainnya.(Anai)

Share

Video Popular