Ilustrasi (net)

Oleh Fang Xiao

Lahirnya Perjanjian Trans-Pacific Partnership (TPP) memicu diskusi intensif di Tiongkok. Namun, rezim Xi Jinping tidak ingin melakukan tekanan terhadap suara-suara yang mengeritik pemerintahannya. Ada berita yang menyebutkan bahwa pimpinan atas lebih menghendaki diskusi tentang TPP bisa terjaga dalam tahap pikiran terbuka.

Menteri Ekonomi dan Perdagangan AS, Jepang dan 10 negara lainnya yang berada di wilayah seputar Lautan Pasifik pada 5 Oktober lalu mengeluarkan kesepakatan untuk mengakhiri perundingan panjang tentang pembahasan strategi ekonomi dan perdagangan Asia Pasifik yang sudah berlangsung selama 5 tahun, karena tercapainya kesepakatan yang menjadi dasar ditandatanganinya Perjanjian TPP oleh 12 negara, meskipun Republik Rakyat Tiongkok tidak termasuk di dalamnya.

Berita lahirnya Perjanjian TPP yang tidak termasuk RRT sebagai negara ekonomi terbesar kedua dunia memicu diskusi intensif di jaringan internet oleh masyarakat Tiongkok yang baik secara langsung atau tidak menambah sikap pesimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

Meskipun demikian, rezim Xi Jinping tidak berencana untuk menekan suara-suara yang mengeritik pemerintahannya, termasuk juga suara yang menyebut AS bersama negara-negara di sekitar Lautan Pasifik tersebut sedang berkonspirasi dalam usaha untuk mengisolasi Tiongkok.

‘Harian Ekonomi’ Hongkong melaporkan bahwa ada 2 kelompok masyarakat Tiongkok yang memiliki pandangan saling bertolak belakang dalam mendiskusikan berbagai topik seputar Perjanjian TPP. Kabarnya, otoritas senior sampai menurunkan instruksi agar pembahasan tidak terlampau menyimpang dari pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan Tiongkok, bukan juru bicara Departemen Perdagangan atau negosiator Depdag yang turut dalam perundingan. Ini semata untuk menunjukkan sikap kehati-hatian Tiongkok dalam memberikan reaksi tentang tidak ikut sertanya Tiongkok di TPP. Sekarang bukan saatnya untuk menyerang mereka tetapi lebih baik untuk tetap bersikap terbuka seperti yang dianjurkan oleh para pemimpin senior Tiongkok.

Departemen Perdagangan Tiongkok pada Selasa (6/10/2015) lalu, dalam tanggapan tentang lahirnya Perjanjian TPP mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok akan bersikap terbuka menghadapi persyaratan Organisasi Perdagangan Dunia WTO yang konon bertujuan untuk mempromosikan integrasi ekonomi negara-negara wilayah sekitar Lautan Pasifik. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular