Keterangan Foto : Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (Foto : Muhamad Asari/EB)

JAKARTA – Kepolisian sudah menetapkan keterlibatan sejumlah perusahaan asing terkait kebakaran hutan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Perusahaan itu berasal dari Tiongkok, Malaysia sedangkan perusahaan asal Singapura masih dalam penyelidikan.

“Perusahaan investor asing dari Malaysia, ada dari China. Ada juga dari Singapura, tetapi penyelidikan,” kata Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti di Jakarta Senin (12/10/2015).

Tak hanya perusahaan asing, sejumlah perusahaan dalam negeri juga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan. Secara keseluruhan, lanjut Badrodin, sebanyak 12 perusahaan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ada pun tersangka perorangan sudah berjumlah 209 orang. Namun demikian, Kapolri enggan membeberkan nama-nama perusahaan yang menjadi tersangka.

Menurut Badrodin, hingga 12 Oktober 2015 polisi sudah menerima sebanyak 244 laporan berkaitan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan. Sekian ratusan lapora yang diterima oleh polisi, sebanyak 26 laporan masih dalam tahap penyelidikan dan 218 laporan masih tahapan penyidikan. Semua kasus yang masuk dalam penyidikan, 113 kasus diantaranya merupakan kasus perorangan dan 48 kasus dari perusahaan.

Kejaksaan sudah menetapkan 57 kasus pidana pembakaran hutan dan lahan sudah dinyatakan lengkap (P-21). Perusahaan yang dikenakan sebagai tersangka akan dijerat melanggar pasal terkait pembakaran hutan dan lahan, yaitu Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 dengan ancaman minimal tiga tahun penjara, maksimal 10 tahun, dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Untuk menyelidiki kasus ini, sebanyak 6 Kepolisian Daerah di Sumatera dan Kalimantan langsung terjung ke lapangan untuk membongkar pidana pembakaran hutan dan lahan. Sebanyak 6 Polda itu adalah Polda Sumatera Selatan, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Kalimantan Tengah, Polda Kalimantan Barat dan Polda Kalimantan Selatan.

Beberapa waktu pemerintah Singapura sudah meminta kepada Indonesia untuk berbagi nama atas perusahaan yang berkontribusi atas pembakaran hutan dan lahan. Berkaitan ini, pemerintah sepakat untuk berbagi nama perusahaan-perusahaan.

Bahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar, sebagaimana diucapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura Vivian Balakrishnan kepada media Singapura mengatakan bahwa nama-nama akan dibagi setelah informasi tersebut diverifikasi.

Share

Video Popular