Sebuah perdebatan panjang selama beberapa dekade di antara kalangan musisi, adalah masalah frekuensi tala (tuning) yang diselubungi dengan teori konspirasi Nazi, metode penyembuhan Zaman Baru (New Age), pertimbangan praktis dari apa yang termudah pada pita suara seorang penyanyi, suatu koneksi yang dihidupkan kembali pada matematika dan estetika kuno, dan koneksi yang lebih abstrak untuk tatanan yang lebih tinggi.

Cymatics: Iptek suara membuat terlihat

Dikatakan bahwa tala 432 hertz memiliki efek yang positif terhadap air, sehingga akan berlaku juga terhadap tubuh kita, karena tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Ini adalah bagian dari alasan di balik klaim bahwa musik yang disetem 432 hertz dapat memiliki efek penyembuhan.

John Stuart Reid mengembangkan sebuah alat yang disebut CymaScope, yang digunakan dalam bidang studi yang dikenal sebagai Cymatics. Situs remi CymaScope menjabarkan tentang Cymatics sebagai “ilmu pengetahuan tentang suara yang dibuat terlihat”.

Situs tersebut melanjutkan: “Hal ini didasarkan pada prinsip bahwa ketika suara bertemu membran seperti kulit atau permukaan air, ia akan merekam pola energi yang tak terlihat. Dengan kata lain, getaran periodik dalam sampel suara diubah dan menjadi riak air periodik, menciptakan pola geometris yang indah yang mengungkapkan ranah tersembunyi dari suara”.

John Stuart menguji pengaruh dari A = 432 hertz terhadap air dengan Cyma Scope-nya atas permintaan pendukung 432 yang terkemuka, Brian T. Collins. Kemudian Brian memublikasikan respon John Stuart: “432 hertz muncul dalam bentuk segitiga, setiap kali kami mencitrakannya. Kami pikir ada sesuatu yang salah dengan CymaScope, akan tetapi setelah mencoba selama lebih dari satu jam kami menyimpulkan bahwa jumlah 3 entah bagaimana terhubung secara universal pada 432 Hertz.”

Cymatics menunjukkan pola yang dibuat oleh tala 432 hertz menjadi lebih menyenangkan secara estetika daripada yang dibuat oleh 440 hertz. Namun demikian, komposer Milton Mermikides, menuding dalam blognya bahwa wadah yang digunakan untuk menampung air akan memengaruhi hasil.

“Beberapa wadah akan memiliki pola cantik dengan 432 hertz daripada 440 hertz, dan lainnya mungkin akan sebaliknya”, tulisnya. “Ini seperti mengatakan bahwa ukuran sepatu tertentu lebih sempurna dengan menunjukkan video seorang individu yang senang hati berjalan dengan sepasang sepatu, dan bersikeras untuk mengenakannya dengan ukuran yang berbeda”.

432 sebuah nomor khusus?

Banyak klaim yang mengatakan bahwa angka 432 adalah angka dengan makna khusus, dijabarkan dengan memanipulasi angka yang diperlukan untuk mendukung klaim tersebut.

Salah satu klaim sederhana diantaranya adalah, angka 432 penting karena merupakan akar kuadrat dari kecepatan cahaya. Sebenarnya, akar kuadrat dari kecepatan cahaya adalah sekitar 431,6, tapi itu cukup dekat dengannya.

Diameter Matahari sekitar 864.000 mil, dan itu sama dengan 2 x 432.000 mil. Diameter Bulan sekitar 2.160, atau sama dengan 4.320 dibagi 2. Kita mulai melihat bahwa pembagian dan perkalian yang diperlukan untuk membuat berbagai nilai menjadi terhubung dengan jumlah 432.

Contoh manipulasi yang lebih kompleks diberikan oleh Brian T. “Hubungan dari Stonehenge ke 25.920 tahun prosesi orbital equinoks, jumlahnya ternyata 432.”

Dia mengikuti sebuah pola pembagian 360 derajat dengan jumlah batu yang ada di setiap lingkaran dan kemudian membagi 25.920 dengan angka tersebut. Akan tetapi, lingkaran lainnya tidak menghasilkan angka yang terkait dengan 432 (meskipun mereka menghasilkan angka kosmik yang signifikan lainnya, katanya).

Hanya lingkaran 60 batu yang berkaitan dengan angka 432. “Ketika Anda membagi 60 batu di lingkaran kedua 360 derajat dengan 60, Anda akan mendapatkan hasil 6.25,920, dan jika dibagi 6 menjadi 4,320. … Jika lingkaran kedua 60 batu setara dengan 25.920 tahun yang masing-masing batu sama 432 tahun yaitu sekitar 12 sektor prosesi 25.920 tahun.”

Ada lebih banyak penjelasannya, akan tetapi hal ini cukup untuk mengatakan bahwa secara keseluruhan pernyataan bahwa 432 adalah angka sangat penting tampak¬nya berdasarkan pada berbagai manipulasi angka. Ini mungkin memiliki beberapa arti, tetapi arti tersebut tidaklah mencolok jelas, tampaknya seseorang perlu mengorek untuk menemukannya.

Selain itu juga telah mengklaim bahwa musisi kuno di peradaban Yunani, Mesir, dan bahkan peradaban yang lebih jauh lagi, telah menyetem instrumen mereka pada frekuensi 432 hertz. Epoch Times tidak mungkin untuk menyelidikinya lebih lanjut, namun untuk menemukan bukti nyata bahwa hal tersebut adalah demikian. Dalam sejarah baru-baru ini, sebelum standar 440 hertz ditetapkan, musisi menggunakan berbagai frekuensi untuk penyeteman.

Masalah pilihan

Tak peduli apakah 432 merupakan angka signifikansi kosmik atau apakah frekuensi 432 hertz menguntungkan dalam memengaruhi air dalam tubuh Anda, mungkin hal tersebut tidak menjadi masalah yang penting jika Anda benar-benar menyukai tala 432 hertz.

Bagaimana musik membuat kita merasakan lebih menjadi materi subjektif daripada materi obyektif.

Ivan Yanakiev, seorang konduktor sekolah Nasional Academy di Bulgaria, memiliki pemain cello yang memainkan Bach Cello Suite No. 1 at G major dengan tala 432 hertz. “Ini baru. Ini brilian,” kata Ivan Yanakiev kepada majalah Vice’s Motherboard tahun lalu. “Itu adalah penyaluran cahaya murni dan cinta yang bergetar melalui seluruh ruangan.”

Ivan Yanakiev mendirikan 432 Orchestra pada tahun 2013 untuk menyebarkan getaran 432 hertz ke seluruh dunia.

Dr. Diana Deutsch, seorang psikolog persepsi dan kognitif di University of California, San Diego, yang telah menulis tentang psikologi musik, mengatakan kepada Motherboard bahwa dia tertarik untuk melakukan tes serupa dengan pengujian yang dilakukan Maria Renold untuk mengetahui pilihan masyarakat.

Baik 440 hertz maupun 432 hertz telah mendapatkan permainan mereka. Standar ini dapat berubah hasilnya, akan tetapi jika tidak, orang-orang dengan pilihan masing-masing dapat menikmati lagu sesuai keinginan mereka. (Ajg)

Share

Video Popular