Erabaru.net. Sebuah drama rumah tangga berdarah kemarin pagi terjadi di kota Changchun Yushu, Tiongkok.

Menurut laporan media Tiongkok, seorang remaja pria berusia 12 tahun yang sedang menjaga sendirian warung kelontong, menjadi korban pelampiasan dendam wanita dari desa tetangga.

Saat kejadian kedua orang tuanya sedang di sawah.

Korban yang pagi itu diminta oleh kedua orang tuanya untuk membantu menjagakan warung yang bangunannya bersambung dengan rumah tinggal, tiba-tiba diserang oleh seorang wanita paro baya yang masih tinggal di desa tetangga.

Ia mengalami beberapa kali tusukan pisau yang dibawa oleh ibu itu serta pencongkelan kedua bola matanya.

Wanita itu setelah melampiaskan dendam pada anggota keluarga korban lalu membuka kran tabung gas dan meneguk cairan pestisida hingga tewas seketika.

Kedua orang tua remaja bergegas pulang setelah melihat ada asap mengepul dari rumahnya.

Mereka sangat terkejut melihat putranya sudah berbaring dalam genangan darah lalu membawanya ke rumah sakit.

Remaja pria bermarga Zhu itu kepada orang tuanya mengatakan bahwa sekitar pukul 06.00 waktu setempat, ada seorang ibu berusia lebih 50 tahun itu masuk ke warung untuk membeli sebotol minuman anggur.

Setelah itu ia bilang mau beli es krim juga.

Pada saat membalikkan badan, wanita itu menghantamkan botol minuman anggur ke badannya, lalu mencabut pisau yang telah disiapkan dan menghujamkan pada matanya sampai kedua bola matanya keluar.

Meskipun ia sudah tak bisa melihat lagi, tetapi mencium bau menyengat yang ia perkirakan adalah bau gas, lalu ia merangkak ke arah halaman rumah.

Saat kedua orang tuanya tiba di rumah, mereka menemukan seorang wanita tergeletak di depan rumah dengan 2 botol kosong bekas cairan pestisida di samping badannya.

Setelah diidentifikasi, mereka baru tahu bahwa wanita itu bermarga Wang, penduduk desa tetangga yang dulunya pernah berselisih paham dengan mereka.

Namun mereka enggan mengungkap rincian masalah antar mereka.

Keluarga remaja itu mengatakan, meskipun luka bekas pisau tidak sampai membahayakan nyawa anaknya, namun, kedua bola matanya yang saat kejadian sudah berada di luar tubuh anaknya itu, menjadi kekhawatiran, apakah bisa diselamatkan matanya. (Secretchina/sinatra/rmat)

Share

Video Popular