Keterangan foto: Puing pesawat MH17 yang ditembak jatuh dengan rudal di bagian timur Ukraina. Gambar diambil pada 2 Agustus 2014. (AFP)

Oleh Maureen

Laporan hasil investigasi jatuhnya pesawat penumpang Malaysia Airlines MH17 di Ukraina tahun lalu telah diterbitkan oleh Dewan Keselamatan Belanda (Onderzoeksraad Voor Veiligheid) pada Selasa (13/10/2015). Laporan menyebutkan bahwa pesawat tersebut jatuh akibat tertembak rudal darat-udara jenis 9K37 yang ditempatkan dalam kisaran 320 km di wilayah timur Ukraina yang kemudian menyebabkan puing-puing pesawat berserakan di kisaran sekitar 50 km persegi.

Pesawat penumpang MH17 yang melayani rute penerbangan antara Amsterdam – Kuala Lumpur telah ditembak jatuh ketika melintasi udara bagian timur Ukraina pada 17 Juli 2014. Tak satu pun dari total 298 orang penumpang dan awak pesawat yang selamat, di mana terdapat 193 orang warga negara Belanda.

Ketua Dewan Keselamatan Belanda, Tjibbe Joustra mengatakan, “Hulu ledak rudal memiliki kesamaan dengan rudal darat-udara jenis beech buatan Rusia”.

Tjibbe Joustra dalam laporannya menyatakan bahwa insiden tidak melibatkan perusahaan penerbangan lainnya, termasuk konflik senjata di darat yang mungkin membahayakan penerbangan sehingga otoritas Ukraina perlu mengeluarkan instruksi penutupan wilayah udara bagi penerbangan pesawat sipil. Pihak berwenang melihat konflik dari sudut pandang militer, tapi tidak ada yang berpikir dari segi risiko bagi pesawat sipil.

“Dari perspektif tindakan pencegahan, pemerintah Ukraina sesungguhnya memiliki cukup alasan untuk menutup wilayah udara bagi penerbangan pesawat sipil,” kata Tjibbe.

Laporan hasil investigasi tersebut menunjukkan bahwa hulu ledak rudal yang ditembakkan dari darat bagian timur Ukraina itu meledak di bagian kiri kokpit pesawat. Dewan Keselamatan Belanda (OVV) memimpin investigasi insiden jatuhnya pesawat MH17 atas permintaan dari pemerintah Ukraina. Militer Ukraina dengan pasukan pemberontak yang pro Rusia di daerah Donetsk dan Luhansk hingga sekarang masih terperangkap di jalan buntu.

“Sebelum laporan tersebut dipublikasikan, kami lebih dahulu telah memberikan penjelasan tentang hasil investigasi kepada keluarga korban,” bunyi pernyataan Dewan Keselamatan Belanda.

Penanggung jawab pabrik perakitan rudal Rusia juga berpartisipasi dalam konferensi pers yang memberikan pernyataan bantahan terhadap isi laporan yang menyebutkan bahwa rudal yang digunakan untuk menembak jatuh pesawat MH17 itu adalah buatan Rusia.

Setelah insiden itu terjadi, tindakan militan yang berusaha untuk menghalangi kedatangan personil internasional ke lokasi yang hendak melakukan investigasi, dan upaya untuk melenyapkan jenasah korban sempat mengejutkan dunia.

Masalah siapa yang wajib bertanggung jawab

Siapa yang wajib bertanggung jawab dalam insiden tersebut? Perdebatan antara negara Barat dengan Moskow masih terus memanas. Banyak negara Barat dan pemerintah Ukraina menuduh pasukan pemberontak yang pro Rusia yang menembakkan rudal ke pesawat itu.

Sampai sekarang pemimpin pemberontak dan pemerintah Rusia tetap bersikap tidak mengakui. Pada Juli lalu, Rusia memveto Dewan Keamanan PBB yang hendak membentuk pengadilan internasional untuk mengadili insiden itu.

Investigasi selain melibatkan Dewan Keselamatan Belanda, Kejaksaan Belanda juga membentuk The Joint Investigation Team (JIT) atau Tim Jaksa Internasional untuk menyelidiki kasus pidana insiden yang hasil laporannya rencana akan diumumkan sebelum akhir tahun ini. (sinatra/rmat)

Share

Video Popular