Keterangan Foto : Fahrudin Hasibuan di Gedung KPK RI, 15 Oktober 2015 (Istimewa)

JAKARTA – Percobaan pembunuhan yang dialami oleh Fahrudin Hasibuan (36) seorang aktivis antikorupsi yang juga sebagai Ketua Forum Bela Rakyat Indonesia (FBRI) tak membuat kegigihannya melawan korupsi memudar. Pria yang akrab disapa dengan Faruhum tetap berdiri tegar pada siang itu di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (15/10/2015) yakni tetap lantang menyuarakan pemberantasan korupsi.

Bertelanjang dada dengan mulut terperban di dampingi rekannya, Faruhum tak menghiraukan terik panas di ibu kota Jakarta. Tulisan secarik kertas kardus “Korban percobaan pembunuhan pembunuhan akibat melaporkan kasus korupsi” menjadi senjatanya untuk mengingatkan kepada masyarakat Indonesia begitu beringasnya koruptor serta antek-anteknya.

Faruhum mengatakan aksi yang digelar ini bertujuan untuk mendesak kepada lembaga KPK untuk mengambil alih atas kasus korupsi yang sudah dilaporkan kepada Polres Labuhan Batu pada 2014 lalu. Dia juga mendesak kepada KPK untuk mengusut tuntas dugaan kasus korupsi Bantuan Dana Bawahan (BDB) Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara.

“Kami minta diambil, di sini tidak ada diporses hanya panggil sana-sini, sudah jelas penyelidikan dan masuk kandang,” ujarnya ketika berbincang dengan Epochtimes.

Ingatan Fahrudin masih tajam, saat kala itu dia ditikam sama orang tak dikenal. Peristiwa naas yang dialaminya saat itu masih berkaitan dengan kasus korusi yang pernah dia laporkan kepada Polres setempat. Hanya saja setelah kasus penikaman itu yang maha kuasa masih memberinya umur yang panjang, hingga kini dia masih bersuara lantang.

Fahrudin menegaskan dirinya sudah menjadi korban, namun tetap saja kasus korupsi ini tak kunjung diusut hingga tuntas. Menurut dia, kasus ini diduga melibatkan sejumlah pejabat teras atas di Provinsi Sumatera Utara itu. Kasus ini juga berkaitan sejumlah kebijakan pada tingkat atas hingga kemudian mengalir di Kabupaten Labuhan Batu Selatan.

Ayah dari seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku SD itu juga menuturkan, dia sudah melaporkan kasus penikaman yang hampir merenggut nyawanya itu ke Propam Mabes Polri. Dia menuturkan laporannya itu bertujuan untuk mencari keadilan atas kasus percobaan pembunuhan yang menimpa dirinya.

Fahrudin dengan ingatannya yang masih segar kembali menuturkan penikaman yang dialaminya terjadi di Jalinsum Rantauprapat – Kotapinang simpang Afdeling 1 PTPN3 Sisumut Desa Pekan Tolan, Kec Kampung Rakyat, Kab. Labusel, Selasa (19/8/2014) silam. Faruhum saat itu langsung tersungkur bersimbah darah. Dia juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Nuraini Bloksongo, Kota Pinang dengan tikaman 25 cm yang menancap pada perutnya hingga ususnya sempat terburai.

Kasus penikamannya ini sudah dilaporkan ke Mapolsek Kampung Rakyat. Bahkan Kapolsek Kampung Rakyat kalau itu Iptu Jupiter Frans Simanjuntak pernah dihubungi wartawan terkait kasus ini. Termasuk Kanit Reskrim Polsek Kampung Rakyat, Iptu D.Nainggolan namun belum ada respon. Hingga kini kasus percobaan pembunuhan ini tidak jelas entah sampai di mana.

“Kalau pembunuhan laporkan ke Propam, mereka bilang kami akan segera usut kasus ini,” tuturnya. (Muhamad Asari)

Share

Video Popular