Semarang – Langkah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk melakukan sosialisasi Desk Khusus Investasi Tekstil dan Sepatu (DKI-TS) diiyakini disambut antusiasme pengusaha di daerah Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Hadir lebih dari 100 pengusaha yang bergerak di bidang tekstil di tiga provinsi kontributor utama investasi di bidang tekstil tersebut.

Kepala BKPM, Franky Sibarani menjelaskan bahwa keberadaan Desk Khusus ini merupakan upaya pemerintah menjembatani adanya minat investasi dari investor baru di sektor ini serta concerns yang dialami oleh investor yang ada (existing).

“Untuk sektor tekstil tumbuh 58% dan sepatu tumbuh 613% bila melihat dari data semester I 2015 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,“ jelasnya dalam sambutannya saat sosialisasi DKI-TS di Hotel Grand Candi Semarang, Kamis (15/10/2015).

Peran sentral Desk Khusus Investasi ini diharapkan mendorong percepatan realisasi investasi dari kedua sektor tersebut serta membantu investor existing yang kesulitan. “Jadi perusahaan jangan sampai melakukan PHK, sebelum datang ke Desk ini dan bicara dengan kami. Kami akan fasilitasi problem-problem yang muncul dengan berbagai strategi rencana aksi baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah panjang,” kata Franky.

BKPM sendiri mengidentifikasi setidaknya terdapat empat tantangan utama produk tekstil dan alas kaki. (1) Naiknya biaya produksi akibat bahan baku sebagian besar masih impor (imbas kenaikan nilai tukar dollar AS); (2) Menurunnya permintaan pasar dalam negeri karena turunnya daya beli masyarakat; (3) Banyaknya produk bekas yang masuk ke Indonesia dari luar negeri baik legal maupun ilegal; (4) Permasalahan hubungan ‘industrial’ sehingga mengurangi produktivitas perusahaan.

Dalam sesi dialog di acara sosialisasi DKI-TS tersebut, muncul beberapa keluhan dari perusahaan di antaranya pengusaha dari Klaten terkait dengan kendala lahan yang masih basah karena diluar Rencata Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), kemudian dari Jawa Timur terkait naiknya upah pekerja yang dirata-rata tiap tahunnya 20% yang dinilai sangat memberatkan.

Deputi Bidang Pengendalian Iklim dan Penanaman Modal Azhar Lubis menambahkan bahwa permasalahan-permasalahan ini akan dicarikan solusi bersamanya di dalam Desk Khusus Investasi ini. “Tentunya seluruh problem-problem yang disampaikan ini akan dicarikan solusinya secara bersama. Baik dari Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Perindustrian, BKPM dan Kementerian Keuangan,” ungkapnya.

Share

Video Popular