Sebuah penelitian terbaru menemukan, bahwa ekstra (pemenuhan) kalsium bagi mereka yang berusia lebih dari 50 tahun, tidak akan memberi efek terhadap penguatan tulang, bahkan justru akan membahayakan tubuh. Ilustrasi kalsium. (Wikipedia)

Sebuah penelitian terbaru menemukan, bahwa pemenuhan kalsium tambahan bagi mereka yang berusia lebih dari 50 tahun, misalnya pil kalsium atau banyak mengonsumsi produk olahan dari susu, tidak akan memberi efek terhadap penguatan tulang, malah justru akan membahayakan tubuh. Laporan penelitian terkait dipublikasikan dalam “British Medical Journal” secara online di BMJ.com.

Kesimpulan terkait ditemukan setelah Dr. Ian C Reid dari University of Auckland, Selandia Baru dan timnya menganalisis beberapa penelitian yang lebih berpengaruh di dunia.

Sejumlah besar penelitian tersebut menunjukkan, bahwa bagi orang-orang yang berusia lebih dari 50 tahun, tidak akan mendapatkan manfaat dan juga tidak akan mengurangi risiko patah tulang meski mengonsumsi kalisum tambahan. Sementara itu, sebagian kecil dari penelitian terkait mengatakan, kalsium mungkin dapat mengurangi risiko patah tulang, namun tidak pasti.

Ekstra kalsium akan menjadi bumerang

Beberapa tahun lalu, Departemen Kesehatan AS pernah memperingatkan, bahwa ekstra kalsium mungkin berbahaya bagi tubuh, kelebihan kalsium bukan hanya tidak akan meningkatkan atau memperbaiki kualitas tulang, justru sebaliknya akan menumpuk di arteri (pembuluh nadi) atau ginjal, hingga pada akhirnya akan memicu serangan penyakit jantung atau batu ginjal.

Penelitian sebelumnya oleh Dr. Karl Michaelsson di Uppsala University, Swedia, mendapati bahwa di antara responden yang disurvei, dimana bagi mereka yang banyak mengonsumsi susu, jumlah patah tulang lebih banyak, dan angka kematian juga lebih tinggi dalam jangka waktu tertentu.

Dr.Reid dan timnya mengatakan, dari hasil uji klinis ditemukan, bahwa dengan mengonsumsi 1.000 miligram kalsium atau suplemen kalsium setiap hari justru akan berefek samping terhadap jantung, ginjal dan sistem pencernaan, karena itu dianjurkan pada lansia sebaiknya mengonsumsi makanan untuk meningkatkan asupan kalsium, bukan mengandalkan kalsium tambahan.

Bagaimana memenuhi kalsium, menguatkan tulang

Peneliti terkait merekomendasikan, bagi wanita di atas usia 50 tahun konsumsi 1,200 mg kalsium setiap hari, dan wanita di bawah usia 50 tahun cukup menyerap1000 mg kalsium per hari, sementara bagi pria, jumlah serapan kalsium yang dianjurkan umumnya adalah 1,000 mg per hari, sedangkan bagi mereka yang berusia di atas 70 tahun dianjurkan asupan kalsiumnya sebanyak 1,200 mg per hari.

Meskipun produk olahan susu kaya akan kalsium, namun, khasiatnya sama dengan sayuran hijau, susu kedelai, jus dan sereal untuk sarapan. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium, tapi dengan berjemur sinar Matahari dapat membuat tubuh itu sendiri memproduksi vitamin D, makanan atau minuman seperti jus jeruk, ikan dan sebagainya itu juga kaya akan vitamin D.

Selain itu, dengan berolahraga, misalnya berjalan, jogging, main tenis, angkat berat, menari dan sebagainya itu juga dapat menguatkan tulang, tapi dari sisi (olahraga) berenang dan bersepeda efeknya kurang maksimal.

Disamping itu, berhenti minum minuman keras dan merokok juga sangat membantu, karena minuman keras dan merokok bisa menyebabkan kerusakan tulang.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular