Keterangan Foto : Luhut Binsar Panjaitan

JAKARTA – Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kondisi keamanan di Aceh Singkil, Nanggaroe Aceh Darussaam pada saat ini sudah kondusif. Kondisi itu sudah berbeda seperti awal pekan lalu yang dilanda kerusuhan hingga terjadi pembakaran rumah ibadah.

“Sekarang dari laporan tadi pagi, semuanya wilayah terkendali dan semakin baik,” kata Luhut usai menghadiri coffee morning di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Luhut mengatakan penungsi akibat kejadian itu yang berada di luar wilayah kejadian mencapai 5.000 orang. Keberadaan mereka, ujarnya, tidak akan berlangsung lama dan pada minggu depan seluruh warga sudah kembali ke tempat kediaman mereka masing-masing.

Menurut Luhut, ribuan warga yang mengungsi itu diperkirakan karena mereka khawatir dan ketakutan atas insiden kerusuhan. Namun kejadian itu di luar perkiraan mereka, hal ini dikarenakan aparat kepolisian dan TNI sudah mampu mengendalikan kondisi dengan baik. Luhut mengatakan pada kejadian ini pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik.

Kronologi kerusuhan di Aceh Singkil menurut versi kepolisian, perisitiwa ini bermula bentrokan antar kelompok warga di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil, NAD, Selasa (13/10/2015). Kejadian ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 4 lainnya luka-luka. Sebuah bangunan tempat ibadah dibakar akibat peristiwa ini.

Pihak kepolisian menyatakan kejadian ini bermula adanya ketidaksepakatan dari sejumlah organisasi masyrakat terkait pendirian rumah ibadah. Perisitiwa ini berkaitan dengan pemberian izin terhadap 21 gereja yang dianggap bermasalah.

Hingga kemudian ratusan warga yang tidak sepakat terhadap keberadaan rumah ibadah itu bergerak ke lokasi yang ditagetkan. Namun demikian, aksi warga sudah diantisipasi oleh aparat kepolisian dan tentara. Akhirnya konsentrasi massa terpecah dan ada sejumlah massa yang berhasil menyebar ke Gereja Huria Kristen Indonesia (GHKI) di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Sinkil dan perisitiwa pembakaran pun terjadi. Ketika warga hendak menuju ke gereja yang lainnya, namun lokasi itu sudah dijaga sejumlah warga. Hingga akhirnya bentrokan tak terhindarkan dan menyebabkan terjadinya korban tewas.

Atas perisitiwa ini, pihak kepolisian berdasarkan keterangan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, sebanyak 20 orang sudah ditahan atas insiden ini. Pihak kepolisian turut menyesalkan atas terjadinya kerusuhan ini dan meminta kepada seluruh masyrakat untuk tidak terprovokasi atas insiden di Aceh Singkil. (asr)

Share

Video Popular