Keterangan foto: Xi Jinping (kanan) setelah menjabat pucuk pimpinan PKT, dengan bantuan Wang Qishan (kiri, pimpinan Komisi Inspektorat Kedisiplinan Sentral dan salah satu dari 7 Anggota Tetap Komisi Politbiro Sentral PKT) para pejabat penting pelaku kejahatan dari faksi Jiang telah berhasil dilengserkan satu persatu.

Penindasan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap bangsa Tionghoa telah lebih dari setengah abad lamanya. Sejak Jiang Zemin berkuasa (1989-2002), pejabat korup merajalela dan menindas rakyat, perlakuan tidak adil di tengah masyarakat semakin menjadi-jadi. Sistem hukum, ekonomi, ekosistem dan moral di RRT mengalami kemerosotan luar biasa, bangsa Tionghoa berada dalam kondisi bahaya. Setelah Xi Jinping menjabat, dengan menanggung tekanan bahkan ancaman keselamatan jiwa, Xi terus menangkapi dan membereskan para tokoh korup yang paling berperan dan paling mewakili di berbagai sistem pemerintahan PKT. Xi Jinping berusaha “menjebloskan kekuasaan ke dalam kurungan”, mendorong berbagai reformasi, melakukan hasil kerja nyata bagi rakyat Tiongkok.

Sebagai penguasa negeri Tiongkok, Xi Jinping mengemban misi memimpin bangsa Tionghoa menuju masa depan, sejak memangku jabatan serangkaian tindakan Xi menunjukkan bahwa dirinya sangat berbeda dengan para pemimpin PKT terdahulu. Sejumlah tindakan Xi telah menimbulkan dampak yang positif dalam hal menyelamatkan bangsa Tionghoa dari krisis ini.

Adili Zhou Yongkang, Xu Caihou, Guo Boxiong dan kawan-kawan bermakna besar

November 2012, Xi Jinping resmi menjabat. Xi Jinping dan PM Li Keqiang menghadapi perlawanan rakyat yang terjadi dimana-mana, kesenjangan kaya dan miskin yang semakin meluas, serta korupsi yang merajalela di tengah masyarakat Tiongkok.

Dengan bantuan Wang Qishan (pimpinan Komisi Inspektorat Kedisiplinan Sentral dan salah satu dari 7 Anggota Tetap Komisi Politbiro Sentral PKT), para pejabat penting selaku pelaku kejahatan dari faksi Jiang seperti Bo Xilai, Li Dongsheng, Xu Caihou, Su Rong, Zhou Yongkang, Ling Jihua, Zhou Benshun, Guo Boxiong, dan lain-lain, telah berhasil dilengserkan satu persatu.

1. Vonis Kasus Bo Xilai

Pada 6 Februari 2012, mantan Kepala Kepolisian kota Chongqing merangkap wakil Walikota Chongqing yakni Wang Lijun melarikan diri ke Konjend Amerika Serikat, hal mana membuat seluruh rencana konspirasi kudeta oleh faksi Jiang Zemin berantakan.

Juni 2008, Bo Xilai memindahkan Wang Lijun dari Liaoning ke Chongqing, awalnya Wang diberi jabatan sebagai Wakil Kepala Kepolisian kota Chongqing, lalu pada 2009 Wang dipromosikan menjadi Kepala Kepolisian, kemudian di tahun 2011 Wang Lijun kembali dipromosikan menjadi Wakil Walikota Chongqing, dan sejak saat itu Wang menjadi penggebuk “dunia hitam” bagi Bo Xilai.

Data yang telah dipublikasikan menunjukkan, saat Wang Lijun menjabat sebagai Kepala Kepolisian di kota Jinzhou provinsi Liaoning, kasus pembunuhan yang ditangani sendiri oleh Wang mencapai lebih dari 100 kasus. Saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian kota Chongqing, meskipun hanya 3 tahun, Wang Lijun juga telah menangani lebih dari 100 kasus pembunuhan. Total kasus pembunuhan yang ada di tangan Wang Lijun mencapai lebih dari 200 kasus.

Setelah dipindahkan dari Liaoning ke Chongqing, dalam melakukan penindasan kejam terhadap Falun Gong, Wang Lijun terus mengikuti perintah Bo Xilai, serta ikut ambil bagian dalam perampasan dan penjualan organ tubuh praktisi Falun Gong secara ilegal. September 2012, Wang Lijun divonis hukuman 15 tahun penjara.

Kasus Wang Lijun ikut menyeret Bo Xilai, sang mantan boss. Selain melakukan penindasan keji terhadap praktisi Falun Gong di Dalian dan Liaoning, sejak awal di Dalian Bo Xilai juga telah melakukan perampasan organ tubuh praktisi Falun Gong, istrinya Gu Kailai dan Wang Lijun juga turut terlibat.

Selama berkuasa di wilayah Chongqing, Bo Xilai menerapkan gerakan “anti mafia”, sistem hukum diinjak dan diciptakan berbagai kasus rekayasa, sekitar 1000 orang dijebloskan ke kamp kerja paksa. Sejak tahun 2009 hingga 2011 sebanyak 5700 orang ditangkap, termasuk para pengusaha, polisi, hakim dan pejabat pemerintah.

Karena satu suara krusial yang diberikan oleh Xi Jinping pada rapat Dewan Komisi Politbiro membuat Bo Xilai diberhentikan dari jabatannya sebagai Sekkota Chongqing pada tanggal 15 Maret 2012, dan pada 10 April 2012 jabatan Bo sebagai anggota Komisi Politbiro juga dicopot. Atas keputusan akhir akan nasib Bo yang dibuat oleh Xi Jinping sendiri, pada September 2013 Bo Xilai divonis penjara seumur hidup. (sud/whs/rmat)

BERSAMBUNG

Share

Video Popular