Ilustrasi impor  (Alexander Nemenov/AFP/Getty Images)

JAKARTA – Berdasarkan data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik, nilai impor Indonesia sepanjang September 2015 mencapai US $11,51 miliar atau turun 7,6 persen apabila dibandingkan Agustus 2015, demikian pula jika dibandingkan September 2014 turun 25,95 persen.

Tiga negara asal barang impor nonmigas terbesar Januari September 2015 adalah Tiongkok dengan nilai US$21,49 miliar (24,28 persen), Jepang US$10,20 miliar (11,52 persen), dan Singapura US$ 6,64 miliar (7,50 persen). Impor nonmigas dari ASEAN mencapai pangsa pasar 21,99 persen, sementara dari Uni Eropa 9,58 persen.

Mengutip data BPS, Sabtu (17/10/2015), impor nonmigas September 2015 mencapai US $9,60 miliar atau turun 9,29 persen jika dibandingkan Agustus 2015 dan turun 19,29 persen jika dibandingkan September 2014. Sedangkan impor migas september 2015 menapai US $1,91 miliar atau turun 9,29 persen jika dibandingkan Agustus 2015, demikian pula apabila dibandingkan September 20014 turun 47,63 persen.

BPS mencatat terjadi penurunan impor migas yang dipicu oleh penurunan oleh menurunya niilai impor hasil minyak US$187,4 juta (14,55 persen) dan gas US$75,5 juta (41,14 persen). Meski demikian terjadi kenaikan pada impor minyak mentah menjadi US$67,1 juta (10,54 persen).

Secara kumulatif nilai impor Januari-September 2015 mencapai US $107,94 miliar atau turun 19,67 persen dibandingkan periode yang sama pada 2014. Kumulatif nilai impor terdiri dari impor migas US4 19,41 miliar turun 41,21 persen dan nonmoogas US $88,53 miliar atau turun 12,65 persen.

Peningkatan impor nonmigas terbesar september 2015 adalah kapal barang dan bagiannya US 487,1 juta (230.42 persen). Diikuti oleh serealia US$77,2 juta (39,98 persen) bahan kimia anorganik US$31,8 juta (27,87 persen) mesin dan peralatan listrik US$21,8 juta (1,72 persen) an gula beserta kembang gula US$17,0 juta (15,45 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah golongan barang dari besi dan baja US $ 130,6 miliar yakni 30.55 persen.

Nilai impor golongan barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal selama Januari September 2015 mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya masing- masing sebesar 15,20 persen; 20,68 persen; dan 16,89 persen. (asr)

Share

Video Popular