Ada sebuah perusahaan karena bagian produksi tidak mengerti situasi pemasaran, dan departemen pemasaran tidak memahami proses produksi, sehingga menimbulkan situasi yang sangat serius antara satu departemen dengan departemen yang lain didalam perusahaan, sehingga perusahaan terus menderita kerugian yang tidak perlu. Untuk memperbaiki situasi ini, direktur perusahaan tersebut membuat sebuah peraturan: “Dikemudian hari siapa saja yang akan bekerja diperusahaannya, mulai dari pegawai paling rendah sampai manajer harus magang di bagian produksi dan bagian pemasaran beberapa waktu, setelah melewati masa percobaan dan ujian baru resmi menjabat jabatannya.

Dalam periode belajar akan disebut sebagai “magang” dan selama magang siapapun tidak boleh tidak boleh bertanya jabatan setelah pelatihan dan dia sendiri tidak boleh mengungkapkan identitas dirinya kepada siapapun. Jika tidak akan dihukum sesuai dengan tingkat kesalahannya. Alasan untuk ketentuan ini adalah dengan harapan dalam proses magang, orang tidak akan memilih kasih, dengan demikian dapat memastikan dia benar-benar mendapat pelajaran yang sesuai.

Akhirnya anak direktur setelah tamat kuliah, akan bekerja di perusahaan, sesuai dengan ketentuan dia harus magang dibagian produksi dan bagian pemasaran. Selama periode ini, karena dia tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, tidak hanya di pabrik dimarahi seniornya, dan di departemen pemasaran sering dimarahi manajer, di dua tempat ini akhirnya dia tidak lulus tes. Setelah masa magang selesai, dia dengan sangat marah berkata: “Di masa depan siapa saja yang pernah memarahinya, akan dibalas.”

Direktur setelah mengetahui kejadian tersebut, berkata kepadanya: “Dari sudut pandang Anda, mereka tidak baik karena memarahi kamu, tetapi dari sudut pandang perusahaan, mereka bertanggung jawab, tidak setengah hati, di masa depan Anda akan menggunakan orang yang bertanggung jawab, atau orang yang setengah hati? Dahulu para siswa magang setidaknya harus magang tiga sampai lima tahun untuk mendapatkan ilmu, tetapi Anda hanya magang selama beberapa bulan malahan dan Anda bahkan tidak belajar dengan serius dan baik, bagaimana boleh demikian? Jika Anda tidak memahami proses perusahaan dengan baik, juga tidak memahami jerih payah karyawan, kelak bagaimana saya akan menyerahkan perusahaan ini ke tangan Anda?” Setelah mendengar nasehat bapaknya, anak tersebut berpikir nasehat ayahnya sangat masuk akal, memutuskan untuk tidak lagi membuat ayah kecewa, setelah berbulan-bulan magang, dia akhirnya lulus ujian.

Pengalaman pengetahuan yang dialami diri sendiri adalah hal yang paling nyata. Garam asin, gula manis, walaupun sering melihat, tetapi tidak sejelas dengan pengalaman yang dilakukan diri sendiri, Tetapi sebaliknya, jika pekerjaan tersebut tidak dilakukan dengan serius, ceroboh, asal-asalan, walaupun dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, tetap tidak akan mendapatkan pengalaman dan kebijaksanaan.

Alasan mengapa senior atau orang yang lebih tua selalu dihormati, itu karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman. Inilah sebabnya dab alasannya meskipun ada beberapa pengusaha walupun tidak bersekolah tinggi hanya tamat SD, tetapi dapat memimpin sekelompok bawahan yang berpendidikan dan intelektual terkemuka.

Share
Kategori: Uncategorized

Video Popular