Begitu menyinggung kata menopause, yang terlintas dalam benak setiap orang pasti berbicara tentang kaum hawa. nNamun, sebenarnya kaum pria juga mengalami andropause (menopause-nya laki-laki). Menopausenya laki-laki itu lebih mengerikan, muncul sindrom gangguan pada sistem saraf otonom.

Yang dimaksud dengan pria menopause mengacu pada periode transisi fisiologis dari usia paroh baya ke masa tua, dengan kisaran usia antara 45 sampai 59 tahun. Turunnya hormon pria (testosteron) adalah penyebab utama ketidaknyamanan pada mental dan fisik menopause pria. Menurut statistik, sekitar sepertiga dari pria paruh baya akan mengalami “gejala menopause”, insomnia, lesu, fisik (stamina) menurun drastis, lemah tak bersemangat, menunjukkan suasana hati tidak tenang dan gelisah.

Gejala gangguan saraf dan mental

Neurosis atau gejala saraf adalah gejala utama yang menunjukkan rasa cemas, depresi, takut, obsesi, gejala hiypocondriasis. Dimanifestasikan dalam bentuk suasana hati labil, lekas marah, sensitiv (suka marah-marah), lesu, kurang percaya diri, tidak fokus, galau, insomnia, sering mati rasa, cemas, kerap merasa kesepian, trivia mudah terperangkap dalam hal sepele, kepala pusing, telinga berdengung, mata buram, gangguan panca indera (respon lambat).

Gejala vegetatif

Disfungsi vegetatif atau gangguan pada fungsi vegetatif merupakan suatu sindrom disfungsi visceral (organ dalam). Termasuk gangguan fungsi pada sistem sirkulasi, gangguan pada fungsi pencernaan atau gejala disfungsi seksual. Dengan manifestasi sebagai berikut , kepala pusing, cemas, sesak dada, jantung berdebar, merasa ada titik hitam di depan mata, selain itu ada juga yang merasa dingin di sekujur badan.

Disfungsi seksual

Menurunnya fungsi seksual merupakan tanda-tanda peralihan kaum pria dari usia paro baya ke masa tua dan diikuti dengan menurunnya berbagai fungsi organ dalam.

Gejala pada pencernaan

Mulut kering, mudah lapar atau hilangnya nafsu makan, diare, sembelit dan gejala lainnya.

Gejala pada sistem kemih

Sering buang air kecil, frekuensi nokturia (buang air kecil yang luar biasa sering di malam hari meningkat, dribbling (keluarnya sisa kemih setelah berkemih).

Gejala metabolik

Gejala yang umum termasuk metabolisme lipid yang abnormal, sehingga memicu timbunan lemak di dalam tubuh, lalu terjadi aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah), gangguan metabolisme air dan natrium yang memicu edema, resorpsi tulang bertambah cepat, dan volume aktivitas berkurang.(Jhn/Yant)

Share

Video Popular