Keterangan Foto : Ilustrasi bijih laterit (http://elements.geoscienceworld.org/)

JAKARTA –  Populasi Indonesia yang mencapai 250 juta jiwa menyebabkan kebutuhan negara pada baja terus meningkat. Sebagai rangka pengembangan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan meluncurkan produk baja laterit oleh Kepala LIPI yang diselenggarakan di Gedung LIPI, Jakarta Rabu (21/10/2015).

“Diperkirakan kebutuhan baja akan terus naik mencapai 20 juta ton per tahun pada tahun 2020 nanti,” kata Kepala LIPI, Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain.

Iskandar mengatakan karena Indonesia tidak memiliki bijih besi kadar tinggi dalam jumlah yang memadai sebagai bahan baku baja, dikhawatirkan dapat menghambat pembangunan pada sektor-sektor tersebut. Namun, keterbatasan bijih besi ini akan bisa teratasi salah satunya dengan pemanfaatan bijih besi (nikel) laterit. “Indonesia memiliki kandungan nikel laterit yang cukup tinggi,” katanya.

Endapan bijih besi (nikel) laterit merupakan lapisan atas dari bijih nikel laterit. Lapisan ini mengandung besi yang lebih tinggi dan nikel yang lebih rendah. Cadangan bijih jenis ini jauh lebih banyak dari bijih nikel kadar tinggi dan diperkirakan mencapai miliaran ton. “Kalau bijih ini bisa dimanfaatkan maka kemandirian industri baja Indonesia akan dapat terwujud,” kata Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Dr. Ing Andika Widya Pramono,M.Sc.

Andika melanjutkan, bila dilebur menjadi baja, bijih besi jenis ini akan menghasilkan baja dengan kandungan nikel antara 1 -3 persen. “Kandungan sebesar itu cukup tinggi untuk menghasilkan baja berkualitas baik yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, ,” jelasnya. Selain itu, pengembangan baja laterit dengan keunggulan tersebut dapat membuka peluang untuk Indonesia bersaing dengan pasar global.

LIPI telah konsisten melakukan penelitian mendalam tentang kemungkinan pembuatan produk baja laterit semi industri karena selain berpotensi sebagai bahan baku pembangunan, baja laterit juga dapat berkontribusi pada ekspor Indonesia. LIPI bekerjasama dengan PT. Krakatau Steel telah berhasil menghasilkan prototype baja laterit semi industri.

Adapun pengerolannya hingga menjadi produk akhir (batang baja) dilakukan oleh PT. Krakatau Wajatama, anak perusahaan PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. “Dalam rangka peluncuran produk baja literit ini, kami akan mengadakan suatu diskusi terfokus untuk menjajaki kemungkinan pengembangan baja laterit sebagai sarana kemandirian, keunggulan, dan daya saing industri baja nasional di masa depan,” katanya.

Share

Video Popular