Bertengkar dengan pasangan Anda di depan anak adalah tidak sehat. Lebih baik untuk menjaga anak-anak Anda jauh dari kekerasan dan unsur-unsur negatif lainnya sampai mereka tumbuh dewasa. Tapi suatu hari, Anda mungkin kehilangan kesabaran. Anda mungkin marah. Anda mungkin sangat kecewa dan mungkin ingin berteriak pada pasangan Anda. Setelah Anda berteriak Anda mungkin tiba-tiba menyadari bahwa anak-anak Anda secara pasif menyaksikan seluruh kejadian itu.

Anda mungkin merasa bersalah karena menunjukkan sisi yang salah dari diri Anda pada anak-anak. Apa yang akan Anda lakukan dalam situasi itu? Nah, Anda tidak dapat mengubah apa yang telah terjadi.

Berikut bagaimana menangani percekcokan dengan pasangan Anda di depan anak.

Hati-hati

Bila Anda bermasalah dengan pasangan Anda dan Anda tidak mampu mengendalikan diri, mungkin akan berakhir dengan percekcokan di depan anak-anak Anda. Dalam situasi seperti itu, mengendalikan perkatan dengan hati-hati bukan dengan pertengkaran. Ingat bahwa Anda sedang diawasi oleh mata yang masih polos. Memilih langkah Anda hati-hati.

Bersikap wajar

Cobalah untuk bersikap wajar dalam kata-kata dan tindakan Anda ketika bertengkar. Tentu saja, Anda tidak ingin anak-anak Anda melihat Anda bertengkar, tetapi beberapa situasi yang tak terelakkan. Anak Anda akan mengerti bahwa percekcokan adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan rumahtangga.

Menyelesaikan

Setelah percekcokan, segera selesaikan dengan pasangan Anda, sehingga anak-anak akan mengerti bahwa setelah terjadi pertengkaran, penting untuk segera menyelesaikan dan tidak berlarut-larut.

Berbicara

Berbicara dengan anak-anak segera setelah percekcokan berakhir. Adalah penting untuk menjelaskan hal-hal tersebut pada anak-anak yang telah menyaksikan kejadian. Jelaskan kepada mereka bahwa perbedaan pendapat adalah wajar tetapi memili dengan cara yang sehat adalah suatu keharusan. (Anai)

Share

Video Popular