Oleh : Philip Jacobson – Mongabay

Anak perusahaan utama salah satu perusahaan pulp dan kertas terbesar ke-2 di Indonesia terlibat dalam pembabatan hutan ilegal di provinsi Riau, yang sedang mengalami kebakaran hutan hebat, menurut sebuah laporan baru oleh LSM Greenomics Indonesia.

Pembabatan hutan Riau oleh PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tampaknya juga bertentangan dengan komitmen “tanpa deforestasi” dari perusahaan induknya, Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL).

Greenomics menggunakan citra satelit dan dokumen operasi RAPP untuk mengidentifikasi perusahaan pembabat hutan bernilai konservasi tinggi yang didirikan secara hukum, yang terbukti telah dimulai antara Juli 2014 dan Juni 2015, serta masih terus berlanjut setelahnya.

“Tidak sulit untuk melihat bagaimana kredibilitas kebijakan keberlanjutan baru dari APRIL akan ternoda jika perusahaan tersebut terlibat dalam pembalakan liar dari wilayah konservasi yang mapan secara hukum,” tulis laporan itu.

Greenomics melanjutkan meminta sertifikasi RAPP dari Sistem Verifi kasi Legalitas Kayu Indonesia (SVLK) yang akan dicabut. Sementara itu, APRIL mengatakan bahwa mereka telah bekerja keras untuk mengubah cara mereka setelah bertahun-tahun menjadi salah satu perusahaan terbesar pendorong kerusakan hutan.

APRIL menyatakan “keprihatinan serius” tentang temuan Greenomics dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (13/10/2015) dan berjanji untuk membahas masalah ini dalam pertemuan mereka dengan Komite Penasehat Stakeholder pada 10-12 November 2015.

Sementara itu, perusahaan mengatakan akan menugaskan audit dari pihak ketiga dan menyerahkan laporan awal ke Departemen Kehutanan dan Lingkungan. “Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk Sustainable Forest Management Policy 2.0 dan khusus untuk perlindungan dan pengelolaan kawasan hutan kami,” kata pernyataan APRIL.

“Kami menganggap Greenomics sebagai stakeholder yang penting, menghargai masukan mereka, dan akan secara terbuka melanjutkan keterlibatan dengan mereka karena kami berusaha untuk maju dengan inisiatif keberlanjutan kami,” pungkasnya. (OSc/asr)

Share

Video Popular