JAKARTA – Sejak anggota DPR RI periode 2014 – 2019 resmi dilantik pada 1 Oktober 2014 lalu, kini sudah tiga orang anggota DPR RI dijerat dalam kasus korupsi oleh KPK. Mereka adalah Anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P Adriansyah, Fraksi Partai Nasdem Patrice Rio Capela dan Fraksi Partai Hanura Dewi Yasin Limpo.

Bahkan sebelum dilantik secara resmi, sudah lima orang anggota DPR RI terjerat dengan perkara hukum. Mereka adalah Jero Wacik dari Fraksi Demokrat, Jimmy Demianus dari PDI-P, Herdian Koosnadi dari PDI-P, Iqbal Wibisono dari Partai Golkar dan Idham Samawi dari PDI-P yang belakangan kasusnya sudah dihentikan dan resmi menduduki kursi DPR RI.

Anggota DPR periode 2014-2019 yang pertama ditangkap oleh KPK adalah Adriansyah dari Fraksi PDIP. Dia ditangkap bersama pengusaha Andrew Hidayat pada 9 April 2015 di Bali bersamaan Kongres PDIP. Hingga akhirnya Adriansyah dicopot sebagai anggota DPR RI. Dugaan kasus Adriansyah berkaitan pengurusan izin tambang di Kalimantan Selatan.

Mantan Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan itu, ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersamaan barang bukti 1000 dolar Singapura sebanyak 40 lembar dan mata uang rupiah dengan pecahan seratus ribu sebanyak 485 lembar dan pecahan Rp 50.000 berjumlah 147 lembar.

Adriansyah diduga melanggar pasal 12 huruf b atau pasal 5 ayat 2 jo pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

Kasus kedua menjerat kepada anggota DPR RI dari Partai Nasdem, Patrice Rio Capella. Rio yang juga sebagai Sekjen Partai Nasdem ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam keterangan pers KPK, Kamis (15/5/2015).

Rio tersangka dalam penanganan kasus bantuan sosial (Bansos), Bantuan Dana Bawahan (BDB), tunggakan dana bagi hasil dan penyertaan modal sejumlah BUMD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung. Rio sudah mengaku menerima uang suap Rp 200 juta dan sudah dikembalikan ke KPK.

Rio diduga menerima hadiah atau janji disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a, huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dalam kasus Rio, dia ditetapkan bersamaan sebagai tersangka oleh KPK dengan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakni Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti dalam kasus yang sama.

Atas kasus yang menjeratnya, Rio Capela memilih mundur dari anggota DPR RI dan Sekjen Partai Nasdem. Rio memilih mengajukan praperadiilan atas kasus yang menjeratnya. Terkait kasus yang menjeratnya, Partai Nasdem mengakui keterlibatan kadernya jka faktanya ada kader yang menjadi tersangka. Partai Nasdem menyatakan minta maaf dan akan terus melakukan perbaikan internal.

Kasus terkini terkait OTT, KPK menangkap anggota DPR RI dari Fraksi Hanura, Dewi Yasin Limpo, Selasa (20/10/2015) malam di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dewi ditangkap saat transaksi suap yang diperkirakan bernilai Rp 1,5 miliar. KPK juga menangkap tersangka lainnya di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng.

Uang suap kepada anggota DPR RI yang duduk di Komisi VII DPR dari fraksi Hanura itu berkaitan proyek pembangkit listrik. KPK masih belum mengumumkan secara resmi status yang menjerat adik Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo itu. (asr)

 

Share

Video Popular