Keterangan foto: Xi Jinping didampingi Ratu Inggris berada dalam kereta kuda istana sedang melalui jalanan yang penuh spanduk bertuliskan ‘Tuntut Jiang Zemin ke Pengadilan’, ‘Falun Dafa Hao’ dsb. (Simon Gross/Epoch Times)

Oleh Ma Li

Rombongan Xi Jinping pada Selasa (20/10/2015) tiba di London untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama 4 hari di Inggris. Ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir kepala negara Tiongkok berkunjung ke Inggris. Rombongan Xi Jinping dalam 1 hari pergi dan keluar dari istana Buckingham, telah 3 kali menjumpai spanduk-spanduk bertuliskan ‘Falun Dafa Hao’ dan ‘Tuntut Jiang Zemin ke Pengadilan’.

Praktisi Falun Gong mendesak dituntutnya Jiang Zemin ke pengadilan

Spanduk-spanduk bertuliskan “Tuntut Jiang Zemin ke Pengadilan”, “Falun Dafa Hao”, “Dunia Membutuhkan Sejati-Baik-Sabar” dan slogan-slogan bertuliskan tuntutan kepada Partai Komunis Tiongkok (PKT) untuk menghentikan pengambilan paksa organ tubuh hidup praktisi Falun Gong Tiongkok dan lainnya sudah berada di pinggir jalan menuju istana Buckingham sebelum rombongan Xi Jinping lewat.

Sebagian praktisi terlihat dalam suasana damai sedang berlatih Gong dan meditasi. Sebagian praktisi terlibat dalam membagi selebaran yang memuat tulisan tentang klarifikasi fakta. Sebagian lagi sibuk memberikan penjelasan kepada warga London yang menanyakan soal apa itu Falun Gong dan mengapa Jiang Zemin perlu diadili, serta partisipan yang mendukung kegiatan praktisi melalui menandatangani petisi “Stop Pengambilan Paksa Organ Tubuh.

Keterangan foto: Jalanan di depan Istana Buckingham, para praktisi berunjuk rasa damai dengan membentangkan spanduk-spanduk ‘Falun Dafa Hao’, ‘Tuntut Jiang Zemin ke Pengadilan’. (Simon Gross/Epoch Times)

3 generasi dari keluarga kerajaan Inggris melambaikan tangan dari dalam kendaraan buat para praktisi.

Sekitar tengah hari, Ratu Elizabeth II dan suaminya Pangeran Philip Adipati Edinburgh beserta rombongan keluar dari istana Buckingham dengan menggunakan mobil. Adipati Edinburgh tersenyum melihat spanduk-spanduk bawaan praktisi berkibar tertiup angin, lalu melambaikan tangan salam buat praktisi.

Kendaraan yang berada di belakang kendaraan Ratu ditumpangi Pangeran William dan istrinya Puteri Kate Middleton. Terlihat Pangeran William bersenyum lembut memperhatikan spanduk ‘Tuntut Jiang Zemin lalu melambaikan tangan kepada praktisi.

Setelah usai acara penghormatan dari kerajaan, Ratu mengajak Xi Jinping untuk duduk dalam 1 kereta kuda istana, dan Ibu Negara Peng Liyuan di dampingi Pangeran Philip duduk di kereta kuda lain yang berada di belakangnya. Kemudian melaju mobil Pangeran Charles. Melihat praktisi tenang sedang berlatih Gong, ia tersenyum dan melambai-lambaikan tangan buat praktisi.

Keterangan foto: Saat kendaraan yang ditumpangi Ratu Elizabeth II bersama Pangeran Philip melintas di depan spanduk para praktisi Falun Gong. (Simon Gross/Epoch Times)

Warga asal Daratan yang dikerahkan untuk menyambut Xi Jinping ikut ‘Mundur dari PKT’

Banyak mahasiswa asal Tiongkok yang studi di Inggris dikerahkan oleh Kedutaan untuk ikut menyambut kedatangan rombongan Xi Jinping ke London. Mereka sebelumnya tidak pernah mendengar kebenaran tentang Falun Gong, namun terkejut ketika melihat sendiri warga Barat pun ikut berlatih Falun Gong.

“Wow! Orang Barat saja berlatih Falun Gong,” kata mereka.

Banyak dari mereka secara sadar minta mengundurkan diri dari PKT serta organisasi afiliasinya setelah praktisi menjelaskan kepada mereka tentang apa yang terjadi sebenarnya.

Seorang relawan pengurus ‘Mundur dari PKT’ menuturkan bahwa 29 orang mahasiswa asal Tiongkok yang menyampaikan keinginan untuk ‘Tuidang’ (Mundur dari PKT). Beberapa orang mahasiswa sambil membawa bendera RRT dengan suara lantang menyampaikan, “Semangat! Tambah semangat Falun Gong ! Kita mendukung kalian !”  

Keterangan foto: Seorang dengan membawa foto Jiang Zemin yang ditempeli kertas bertuliskan ‘Ganyang PKT’ berada di barisan demo menuntut Jiang Zemin diadili. (Ma Li/Epoch Times)

Keterangan foto: Setelah Katie Weston mengetahui bahwa ketiga karakter Mandarin itu merupakan inti dari Falun Gong, ia terharu dan berjanji akan menghargai bunga teratai kecil yang memiliki nilai tak terhingga itu. (Ma Li/Epoch Times)

Solidaritas masyarakat internasional menuntut Jiang Zemin diadili

Seorang demokrat yang sengaja datang untuk mendukung kegiatan Falun Gong, Yan Changbiao mengatakan, “PKT memainkan kartu ekonomi, menggunakan ekonnomi untuk menutupi pelanggarannya terhadap HAM. Mereka menindas pembangkang, kaum demokrat dan orang-orang beragama. Saya berharap kepada pemerintah Inggris agar melihat hal itu, jangan membiarkan mereka menukarkan nilai-nilai universal dan hak asasi manusia dengan kelebihan ekonomi. Falun Gong telah dianiaya selama bertahun-tahun, kami berharap lebih banyak orang memahami kebenaran demi keadilan buat Falun Gong.”

“Jiang Zemin adalah otak penganiayaan Falun Gong, seluruh lapisan masyarakat sudah mencapai konsensus untuk meminta pertanggungjawabannya. Berharap suara bangsa ini bisa terealisasi,” tambah Yan Changbiao.

Seorang dengan membawa foto Jiang Zemin yang ditempeli kertas bertuliskan ‘Ganyang PKT’ berada di barisan demo menuntut Jiang Zemin diadili.

Saat seorang praktisi membagikan selebaran berita klarifikasi fakta kepada seorang warga asal Tiongkok, ia pun menolak secara halus. Namun setelah praktisi menjelaskan selebaran berisikan ihwal tuntutan terhadap Jiang, ia segera berkata, “Jiang Zemin sudah seharusnya dicincang dari dulu. Berikan kepada saya, saya mau !”

Keterangan foto: Adegan ketika warga Inggris menandatangani lembaran untuk petisi menuntut PKT menghentikan kejahatan pengambilan paksa organ tubuh. (Ma Li/Epoch Times)

Keterangan foto: Yan Changbiao. (Ma Li/Epoch Times)

Polisi Inggris, “Kalian mendapat dukungan jauh lebih besar dari yang kalian bayangkan”

Akibat belasan tahun para praktisi melakukan kegiatan protes terhadap PKT, banyak polisi Inggris sudah memahaminya, meskipun ada polisi yang merasa heran mengapa para praktisi Falun Gong yang berusaha berbuat baik, menjadi orang baik justru mendapat perlakuan kasar dari PKT. Seorang polisi berinisiatif untuk meminta informasi dari praktisi yang membagikan selebaran.

Selasa sore, Presiden Xi mendatangi gedung parlemen Inggris untuk berpidato. Praktisi juga melakukan unjuk rasa damai di depan gedung. Di antara ‘rombongan’ praktisi dengan ‘rombongan’ membawa bendera RRT, sudah dipasang pagar besi untuk membatasi, tetapi beberapa orang PKT terus berusaha untuk membujuk Polisi Inggris memberikan ijin untuk memasuki ‘wilayah’ praktisi Falun Gong dengan maksud menghalangi spanduk. Namun anggota polisi melarang mereka.

Seorang praktisi bercerita kepada polisi bahwa ia menghabiskan belasan jam perjalanan kendaraan dari Skotlandia ke London hanya untuk memberitakan kebenaran kepada orang-orang dunia. Ia berharap Xi Jinping dapat membuat pilihan yang tepat. Polisi terharu mendengarnya dan berkata, “Sesungguhnya, kalian mendapat dukungan jauh lebih besar dari yang kalian bayangkan”.

Seorang ibu dan anak keturunan Belanda setelah menandatangani lembaran petisi mendukung tuntutan dihentikannya pengambilan paksa organ hidup. Membawa pergi bunga teratai kecil yang dibagikan oleh praktisi sebagai kenang-kenangan. Seorang polisi wanita bernama Katie Weston yang kebetulan melihat sangat gembira karena kebagian satu dari warga Belanda itu. Lalu bergegas menghampiri praktisi untuk mennanyakan makna 3 karakter Mandarin Zhen, Shan, Ren yang tertera di atas pita. Setelah mengetahui bahwa ketiga karakter Mandarin itu merupakan inti dari Falun Gong, ia terharu dan berjanji akan menghargai bunga teratai kecil yang memiliki nilai tak terhingga itu. (Sinatra/rmat)

Share

Video Popular