Perkembangan pesawat tak berawak belakangan ini membawa banyak kemudahan, tetapi sekaligus juga menandakan munculnya ancaman militer model baru. Menghadapi ancaman drone baru-baru ini, Inggris mengembangkan suatu sistem penghancur drone yang disebut “death ray”, yakni suatu jenis senjata berupa sinar mematikan yang dapat “menghancurkan” drone dari jarak hingga satu mil jauhnya.

Sistem senjata terkait telah didemonstrasikan dalam pameran drone komersial di Las Vegas, AS, pekan lalu seperti dilansir “Daily Mail”Inggris, sementara itu, ketika membicarakan tentang kehebatan sistem senjata ini, Rick Sondag, wakil presiden eksekutif dari “Liteye” yang berbasis di Colorado, Amerika Serikat yang memasarkan sistem ini mengatakan, “Jika saya melihatnya, saya bisa menghancurkannya. Sistem ini bisa ditempatkan di daerah perkotaan terpencil, untuk mencegah serangan teroris, kegiatan mata-mata dan mencegah pengrusakan infrastruktur.”

Peneliti “death ray” mengatakan, bahwa kemungkinan drone digunakan untuk serangan teroris kini semakin meningkat, dan sistem ini adalah jawabannya untuk mencegah insiden tersebut. Jarak tembak “Death Ray” atau senjata “sinar kematian”ini mencapai 1 mil (sekitar 1.6 kilometer), menggunakan gelombang radio energi tinggi untuk mengacaukan pengoperasian dan sinyal pesawat tak berawak atau drone, bahkan mampu menon-aktifkan sistem drone di udara, sehingga menjadi “makanan empuk” Death Ray yang kemudian “menembak dengan lasernya. (jon/ran)

Share

Video Popular