Keterangan gambar: Bahtera Nuh adalah salah satu cerita bak legenda yang beredar luas di dunia. (Sumber: anyelse.com)

Dalam agama Abrahamik dan “Kitab Kejadian” di alkitab Kristen, Bahtera Nuh adalah sebuah kapal yang dibangun atas perintah Tuhan untuk menyelamatkan Nuh, keluarga, kaumnya yang beriman dan kumpulan binatang yang ada di seluruh dunia dari air bah. Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa Bahtera Nuh dibangun selama 120 tahun, kisah ini masing-masing dicatat dalam “Kitab Kejadian” termasuk dalam “Kitab Perjanjian Lama”dan “Alkitab Ibrani” serta “Alqur’an”.

Menurut kesimpulan hipotesis dokumen, kisah tentang Bahtera Nuh dalam “Kitab Kejadian”, mungkin memiliki banyak persamaan tapi dari masing-masing sumber yang independen. Namun, berdasarkan agama Kristen dan umat Yahudi Ortodoks, bahwa hanya ada satu penulis dalam kisah tentang Bahtera Nuh. Sementara itu, menurut literalisme Alkitab bahwa Bahtera Nuh memang benar-benar berlabuh di atas Gunung Ararat, Turki Timur.

Dalam peradaban Mesopotamia, juga ada kisah yang mirip dengan kisah yang tercatat dalam “Kitab Kejadian”, misalnya dalam mitologi Sumeria terdapat cerita tentang seorang manusia bernama Ziusudra yang mendapat peringatan dari Dewa lalu membuat sebuah kapal raksasa, sehingga ia pun lolos dari banjir yang akan memusnahkan manusia. Selain itu, di daerah lain juga cukup banyak cerita serupa, dan ini adalah salah satu kisah seperti legenda yang beredar luas di dunia.

Keterangan gambar: Bahtera Nuh adalah salah satu cerita bak legenda yang beredar luas di dunia. (Sumber: anyelse.com)

Menurut catatan dalam “Alkitab”, Bahtera Nuh panjangnya 300 hasta, lebar 50 hasta dan tinggi 30 hasta, sementara panjangnya sekitar setengah-nya dari RMS Queen Elizabeth 2 (QE2, kapal pesiar milik Cunard Line dari Britania Raya). Jika bahtera itu benar-benar dibuat, maka bobotnya diperkirakan sekitar tiga perlima-nya kapal Titanic (bobot sekitar 53,000 ton). Total volume Bahtera Nuh sekitar 40.000 meter kubik, sementara total luas lantainya sekitar 8.900 meter persegi.

Bentuk Bahtera Nuh bak sebuah kotak. Tampaknya Nuh membawa hewan dan persediaan makanan lebih dari setahun itu di dalam bahteranya. Dalam catatan terkait, disebutkan bahwa Nuh membawa serta sekeluarganya, berbagai jenis hewan di darat dan udara, serta binatang haram masing-masing satu pasang, dan binatang yang tidak haram, jantan dan betina masing-masing tujuh pasang. Menjelang datangnya banjir, segenap isi di bumi akan tenggelamkan banjir, hanya hewan-hewan yang ada di dalam bahtera Nuh yang selamat, setelah air bah berlalu. Bahtera Nuh berlabuh di atas gunung Ararat, akhirnya, Tuhan memberikan pelangi sebagai tanda akan janjiNya kepada Nuh, tidak lagi mengutuk bumi karena ulah manusia, dan membiarkan segala jenis makhluk hidup tinggal abadi.

Keterangan gambar: Ketika Kapten Angkatan Darat Turki, Ilhan Durupinar sedang mengamati foto udara wilayah Turki, ia melihat sebuah medan yang tidak biasa. (Foto internet)

Namun, benarkah bahtera Nuh itu seperti yang disebutkan dalam legenda?

Mungkin artikel ini akan membantu Anda menyingkap kabutnya. Berikut ini akan menggambarkan beberapa bukti dari bagian rincinya.

Bagaimana Bahtera itu ditemukan?

Pada 1959, ketika Kapten Angkatan Darat Turki, Ilhan Durupinar sedang mengamati foto udara wilayah Turki, ia melihat sebuah medan yang tidak biasa. Keadaan medan yang mengkilap dan sedikit lebih besar dari satu lapangan sepak bola itu terletak di perbatasan Turki dan Iran, kilauannya membuat keadaan medannya yang dipenuhi dengan batuan besar di permukaan pada ketinggian 6,300 kaki di atas permukaan laut itu tampak sangat menonjol.

Keterangan gambar: Kilauannya membuat keadaan medannya yang dipenuhi dengan batuan besar di permukaan pada ketinggian 6,300 kaki di atas permukaan laut itu tampak sangat menonjol. (Foto internet)

Keterangan gambar: Tampak dari ketinggian lebih dari 6,375 kaki di atas permukaan laut. (Foto internet)

Kapten Durupinar tahu betul terkait catatan tentang Bahtera Nuh yang terletak di Gunung Ararat Turki sebagaimana yang disebutkan dalam Alkitab, tetapi ia tidak ingin gegabah menarik kesimpulan. Meskipun daerah itu sangat terpencil, tetapi ada juga penduduk yang menetap di sana, ada beberapa desa kecil. Lagipula, sebelumnya juga tidak ada laporan apapun terkait objek seperti itu. Karena itu, sang kapten lalu menyerahkan negatif film itu kepada seseorang yang bernama Dr. Brandenburger di Ohio State University, AS, dan tokoh yang disebut ini merupakan seorang ahli foto udara yang sangat terkenal.

Sekadar catatan, di era Presiden Kennedy, Brandenburger pernah menjabat sebagai pemimpin yang bertugas mensurvei dan mengamati pangkalan militer Kuba dalam foto. Setelah mempelajari foto itu secara seksama, ia menarik kesimpulan seperti berikut, “Dengan pasti dapat saya katakan, objek itu adalah sebuah perahu. Selama karir saya dalam bidang survey dan pengamatan, saya belum pernah melihat objek seperti ini dalam gambar anaglyph.”

BERSAMBUNG

Keterangan gambar: Ilustrasi artikel ini dipublikasikan di majalah LIFE (Foto internet).

Share

Video Popular