Keterangan Foto : Kabut asap yang terjadi di Siak, Riau, Senin, 5 Oktober 2015.  (AP Foto)

JAKARTA –Data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan kebakaran hutan dan lahan masih meluas di Indonesia. Hingga kini secara keseluruhan pada seluruh wilayah Indonesia ditemukan sebanyak 2.742 titik api. Kabut asap yang menyerang sejumlah kota sejak berbulan-bulan lalu, justru bertambah parah.

“Tercatat 2.742 hotspot di Indonesia pada Kamis (22/10/2015) pukul 05.00 WIB,” kata Kepala Humas dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya dilansir Jumat (23/10/2015).

Data BNPB menyebutkan, sejumlah daerah yang banyak terdapat hotspot adalah Papua sebanyak 744 hotspot, Sumatera Selatan 703, Kalimantan Tengah 462, Kalimantan Barat 290, dan Kalimantan Timur 153. Belum disebutkan beberapa hotspot yang ada di Provinsi Riau.

Titik kebakaran lahan gambut dan hutan yang masih membara pada sejumlah kawasan membuat asap pekat masih mengepung Sumatera, Kalimantan dan sebagian Papua. Hinaa kini jarak pandang  pada Kamis kemaren di Padang, Sumatera Barat 1.200 m, Pekanbaru 50 m, Jambi 700 m, Palembang 1.000 m, Pontianak 400 m, Ketapang 300 m, dan Palangkaraya 100 m.

Tak hanya itu, sebaran kabut asap membuat kualitas udara sebagian besar daerah di Riau, Jambi, Kalbar dan Kalteng pada level berbahaya. Indeks kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 600 ugr/m3 Berbahaya,  Jambi 712 Berbahaya, Palembang 316 Sangat Tidak Sehat, Pontianak 555 Berbahaya, Banjarbaru 121sedang, Samarinda 178 tidak sehat, dan Palangkaraya 1.496.

Catatan BNPB, akibat kabut asap kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah, Jambi dan Pekanbaru nyaris terisolir selama lebih dari 2 bulan.  Kepungan asap menyebabkan jutaan masyarakat terpapar langsung oleh asap sehingga menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar.

 

Share

Video Popular