- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Korban ISPA akibat Pembakaran Hutan Tercatat Hampir 500 Ribu Orang

Pusat pemerintahan Malaysia yang turut dikepung asap di Kuala Lumpur 4 Oktober 2015 (AP/Joshua Paul)

JAKARTA –  Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA kini sudah mencapai 450.431 orang. Data itu dihimpun sejak Juli hingga menjelang akhir Oktober 2015. Data itu hanya sementara karena masih banyak warga yang belum terdata.

“Diperkirakan jumlah sebenarnya jauh lebih besar karena banyak masyarakat yang tidak berobat ke puskesmas datau rumah sakit sehingga datanya tidak tercatat,” kata Kepala Humas dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya dilansir Jumat (23/10/2015).

Data yang terhimpun, korban secara keseluruhan mencapai 450.431 jiwa sejak Juli hingga sekarang. Secara rinci di Riau 65.232, Jambi 90.747 orang, Sumsel 101.332 orang, Kalimantan Barat 43.477 orang, Kalimantan Tengah 52.213 orang dan Kalimantan Selatan 97.430 orang.

Sebagaimana diwartakan Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI, asap yang berasal dari kebakaran hutan yakni kayu dan bahan organik lain mengandung campuran gas, partikel, dan bahan kimia akibat pembakaran yang tidak sempurna.

Sedangkan komposisi asap kebakaran hutan terdiri dari gas seperti karbon monoksida, karbon dioksida, nitrogen oksida, ozon, sulfur dioksida dan lainnya. Partikel yang timbul akibat kebakaran hutan biasa disebut sebagai particulate matter (PM). Ukuran lebih dari 10 um, namun Kemenkes menyebut biasanya tidak masuk paru, tetapi dapat mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan.

Sedangkan partikel kurang dari 10 um dapat terinhalasi sampai ke paru. Selain itu, bahan lainnya dalam jumlah sedikit seperti aldehid, polisiklik aromatic hidrokarbon, benzene, toluene, styrene, metal dan dioksin. Banyak penelitian membuktikan bahwa bahan-bahan yang terkandung di dalam asap kebakaran hutan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Kelompok masyarakat yang rentan terhadap asap kebakaran hutan adalah orang tua, ibu hamil, anak-anak serta orang dengan penyakit jantung dan paru sebelumnya.

Disebutkan, dalam jangka cepat (akut), asap kebakaran hutan akan menyebabkan iritasi selaput lendir mata, hidung, tenggorokan, sehingga menimbulkan gejala berupa mata perih dan berair, hidung berair dan rasa tidak nyaman di tenggorokan, mual, sakit kepala, dan memudahkan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dari data-data penelitian yang telah dilaporkan, beberapa masalah kesehatan yang timbul antara lain sebanyak 40-59% orang yang datang ke pelayanan kesehatan mengeluh sakit kepala dan kurang lebih 50% mengeluh mata merah dan berair. Selain itu, terjadi peningkatan kasus ISPA sebesar 1,8 sampai 3,8 kali pada daerah yang terkena bencana asap kebakaran periode yang sama pada tahun sebelumnya dan terjadi peningkatan ISPA sebesar 12% (setiap kenaikan PM 10 dari 50 ug/m3 menjadi 150 ug/m3). (asr)