Keterangan foto: Penjara Qincheng dilihat dari udara. (foto internet)

Oleh: Situ Qingliang

Saat ini sejumlah ‘harimau besar’ Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang berada dalam ruang tahanan penjara Qincheng untuk menjalani hukuman. Media Hongkong mengungkapkan bahwa terhitung sampai September tahun ini sudah lebih dari 400 orang mantan pejabat tinggi PKT yang dijebloskan ke penjara Qincheng, termasuk Bo Xilai, Gu Junshan, Zhou Yongkang dan lainnya.

Kabarnya Gu Junshan sendiri pernah mengaku bermimpi buruk, ia ‘didor’ karena kesalahannya. Namun Zhou Yongkang justru bermimpi lebih indah, berharap suatu ketika nanti diijinkan untuk berobat di luar penjara.

Komentator percaya bahwa nyawa Zhou Yongkang dan kawan-kawannya untuk sementara waktu masih akan diselamatkan oleh rezim Xi Jinping. Pasalnya mereka adalah bukti hidup yang sangat menentukan vonis pekara yang jauh lebih besar nantinya, yaitu sidang pengadilan perkara Jiang Zemin, Zeng Qinghong dan anggota kelompoknya.

Menurut apa yang diungkapkan majalah ‘Trend’ edisi Oktober ini bahwa penjara Qincheng mengalami renovasi pada 1998, ruang tahanan dibuat sedemikian rupa agar tahanan tidak bisa berbuat nekad seperti melukai diri atau bunuh diri. Pada April 2010 dalam komplek penjara dibangun gedung bioskop dan tempat perbelanjaan. Maret 2013, pembangunan untuk menambah ruangan tahanan dilakukan sehinggi kini penjara Qincheng memiliki total 512 ruang tahanan dengan 72 ruang di antaranya dibuat super kokoh.

Dalam kompleks penjara Qincheng ada 12 blok bangunan yang 8 di antaranya memiliki 5 lantai dengan 3 lantai di atas tanah dan 2 lantai di bawah tanah. Lantai pertama di atas tanah dipakai untuk kantor petugas penjara, klinik dan ruang baca para tahanan. Di antara blok itu, 1 khusus digunakan untuk tempat kerja sekitar 700 orang regulator penjara yang disusun menurut tingkat biro dan bertanggung jawab kepada Departemen Kehakinan. 1 blok bangunan digunakan untuk kantor 560 orang petugas keamanan dan polisi penjara yang bertanggung jawab kepada Departemen Keamanan dan Ketertiban Publik serta Departemen Keamanan Nasional Tiongkok.

Kabarnya, ada 45 orang narapidana dengan vonis mati yang menghuni penjara Qincheng sekarang. 6 orang di antaranya adalah mantan pejabat tingkat propinsi, selain itu, istri Bo Xilai, Gu Kailai juga dikerangkeng di sana.

Laporan juga menyebutkan bahwa Perubahan Hukum Pidana ke 9 (Rancangan) yang dirilis 24 Agustus menetapkan bahwa terhadap para koruptor kakap yang sudah dijatuhi hukuman mati yang bila hukumannya dapat dikurangi setelah 2 tahun, ia akan dikenakan hukuman kurungan seumur hidup dan tidak lagi mendapatkan keringanan hukuman lainnya termasuk bebas bersyarat.

Ketetapan tersebut menimbulkan berbagai reaksi para tahanan penjara Qincheng. Termasuk mantan Wakil Menteri Departemen Logistik Militer Gu Junshan yang vonis hukuman matinya sudah dijatuhkan pada Agustus 2015. Dalam penjara ia mengakui, “Saya mengerti hukum akan memvonis saya mati. Perubahan kebijakan tersebut memastikan saya tidak lagi bisa keluar penjara dalam keadaan hidup.”

Gu Junshan mengaku dirinya adalah orang yang tidak memiliki bakat, tidak bermoral dan tidak memiliki prestasi yang dapat dibanggakan, namun ia berhasil merangkak ke atas hingga menduduki jabatan puncak di militer, bahkan menikmati kehidupan mewah hingga belasan tahun lamanya, menghambur-hamburkan uang. Selain itu ia juga mengaku, sering bermimpi buruk seperti diseret oleh anggota militer menuju mahkamah, setelah vonis dijatuhkan lalu dibawa ke lapangan untuk dieksekusi.

Meskipun Gu Junshan dalam kenyataannya tidak dieksekusi mati, tetapi ia mengaku itu gara-gara ia ‘menggigit’ Ketua dan Wakil Ketua Komite Sentral Komisi Militer PKT, Xu Caihou dn Guo Boxiong serta beberapa pimpinan militer lainnya yang terlibat korupsi. Jadi ini mungkin merupakan ‘hadiah langsung’ yang diberikan pemerintah.

‘Harimau’ lainnya, Zhou Yongkang juga melewati hari-hari tidak nyaman dalam penjara Qincheng. Laporan mengatakan bahwa Zhou Yongkang wajib setiap minggunya menyerahkan kepada yang berwenang di penjara Qincheng laporan tertulis tentang ‘Perkembangan Perubahan Cara Berpikirnya’. Mungkin karena bosan atau kehabisan bahan yang mau ditulis, ia lalu mengajukan permintaan untuk mengganti ‘pekerjaan’ itu dengan pekerjaan fisik. Selain itu, ia juga menuliskan ‘impiannya’ dalam laporan : Sangat berharap suatu ketika nanti ia diijinkan untuk berobat di luar.

Walaupun bermimpi tidak dilarang, namun untuk memperoleh kebebasan penuh akan amat sangat sulit. Setelah Zhou divonis pengadilan pada 11 Juni lalu dengan hukuman yang jauh lebih ringan daripada kejahatannya, komentator politik Zheng Zhongyuan dalam artikelnya yang berjudul ‘Spekulasi Soal Hukuman yang Dijatuhkan lebih Ringan kepada Zhou Yongkang’ menulis seperti ini:

“Apakah kasus Zhou Yongkang sudah dianggap selesai setelah vonis ringan itu dijatuhkan? Tidak! Seperti juga Bo Xilai yang juga dituduh terlibat dalam rencana kudeta dan bersama-sama Zhou melakukan kejahatan kemanusiaan berupa pengambilan paksa organ tubuh hidup dan lainnya, juga masih diberikan kesempatan untuk menghirup udara ‘segar’ dalam ruang penjara Qincheng, bukan? Mengapa? Karena masih ada ‘harimau-harimau lebih besar’ seperti Jiang Zemin, Zeng Qinghong yang belum diseret keluar. Maka Xi Jinping dan Wang Qishan masih membiarkan ‘harimau-harimau’ itu tetap hidup walau tidak bebas dalam kerangkeng, menanti semua bukti-bukti untuk meringkus mereka terkumpul, saat itu tontonan besar baru benar-benar bisa dimulai. (Secretchina/sinatra/rmat)

 

Share

Video Popular